Karantina Wilayah Parsial di Kuningan

VIDEO - Bupati Kuningan Berlakukan Karantina Wilayah Parsial, Ada Jam Malam di Jalan Siliwangi

pemberlakuan karantina wilayah parsial (KWP), mendapat pengawalan dari petugas yang dibentuk di masing-masing kampung di kawasan perkotaan

aktivis mahasiswa Kuningan mendukung keluarnya  kebijakan pemerintah daerah Kuningan dalam memberlakukan Karantina Wilayah Parisal (KWP) untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Menurut  Tri Lukman, mahasiswa Jurusan Sastra di STKIP Muhammadiyah Kuningan,  Karantina Wilayah Parsial  cukup efektif untuk menangani sebaran virus corona.

“Ini juga harus dibantu dari unsur-unsur terkecil seperti RT/RW dan aktivis Karang Taruna sampai pemerintahan desa untuk menjalankan langkah karantina wilayah parsial,” kata Tri Lukman, Selasa (31/03/2020).

 Syekh Puji Kembali Nikahi Bocah Berusia 7 Tahun, Ini Kata Komnas Perlindungan Anak

Mahasiswa tingkat III ini mengatakan, KWP juga salah satu langkah efektif dalam menangkal penyebaran virus corona di daerah. Pasalnya belum lama ini, warga urban yang pulang dari kota rantaunya, kini beraktivitas di kampung halaman.

“Artinya, kami tak tahu apakah warga urban itu terpapar atau tidak. Namun, dengan jaminan dan penerapan KWP ini merupakan langkah cermat memutus penyebaran covid-19,” ujarnya.

Lukman menambahkan, bentuk pengindahan terhadap surat edaran bupati dalam kawasan karantina wilayah parsial. Tentu akan dilakaukan di kampung Desa yang menjadi pusat kegiatan masyarakat warga urban.

 Sedang Joging Bawa Anjing, Andre Ditabrak Mobil, lalu Tewas, Pelaku Juga Jambak Rambut Istri Korban

“Saya kira untuk kawasan perkotaan kuningan, KWP akan berhasil dan mendapat pengawasan dari sejumlah petugas. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk tindakan ini akan kami lakukan sama di desa. Sebab sekarang ini, kampung desa di Kuningan menjadi pusat kegiatan masyarakat warga urban juga,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Lukman, untuk penetapan KWP di masing – masing lingkungan desa, bisa dilakukan dan mendapat pengawasan dari petugas medis.

“Seperti tenaga medis atau bidan desa, itu bisa menjadi pemandu dalam memberikan edukasi dan sosialiasi kepada relawan dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved