Virus Corona di Kuningan

Pandemi Covid-19, Petugas Crisis Center Kelelahan, Tertidur di Ruang Command Centre Kuningan

Agus mengatakan, dalam situasi kejadian luar biasa ini, waktu untuk istirahat atau untuk keluarga nyaris tidak ada.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin saat terekam kamera tertidur di kursi ruangan Command Center setelah menjalankan tugas monitoring. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON. COM, KUNINGAN - Situasi dan kondisi darurat di tengah pandemi Covid-19 membuat petugas harus benar-benar bersiaga terus menerus. Pantauan di lapangan maupun secara daring membuat mereka pun kelelahan.

Itu yang dialami para petugas di Tim Crisis Center Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kuningan. Di tengah tugas piket, tak sedikit petugas yang beristirahat dan ketiduran. Termasuk Kepala Pelaksana Harian Tim Crisis Center Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kuningan, Agus Mauludin. 

Ia terlelap di kursi ruangan Crisis Center. 

"Pak Kalak (Kepala Pelaksana,red) cape dari monitoring posko chek point," ujar salah seorang petugas di Crisis Center, Selasa (31/3/2020). 

Agus Mauludin yang juga Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, memang salah satu motor yang aktif dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona saat ini. Terlebih pandemi Covid-19 ini sudah merupakan bencana. "Apapun soal bencana, kami harus tanggap," ujar petugas tadi.

Pada kesempatan sebelumnya, Agus Maulidin mengatakan, tertidur seperti itu  sudah biasa terjadi di lapangan. "Terkadang saya lebih baik tidur seperti ini, dari pada di rumah tak bisa nyenyak, karena harus tetap laporan dan koordinasi secara online," ujarnya.

Sedang Joging Bawa Anjing, Andre Ditabrak Mobil, lalu Tewas, Pelaku Juga Jambak Rambut Istri Korban

Ibu-ibu di Sukabumi Mengamuk, Bank Keliling Tetap Menagih di Tengah Musibah Wabah Virus Corona

KKB Papua Lakukan Serangan, Kali Ini Lebih Brutal & Menggila, TNI Sikat Habis, Amankan Daerah

Agus mengatakan, dalam situasi kejadian luar biasa ini, waktu untuk istirahat atau untuk keluarga nyaris tidak ada.

Karena ia tidak boleh ketinggalan perkembangan informasi dan situasi. 

Kata Agus, lebih baik tidur 'ayam' dari pada ketinggalan perkembangan. Jika ketinggalan jauh dalam perkembangan, bisa berpengaruh pada saat berkoordinasi.  "Penanganan situsi ini  harus saling melapor antarinstansi, sehingga validitas data akurat," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved