Virus Corona Mewabah

MUI: Masyarakat yang Tolak Jenazah Pasien Positif Corona Dimakamkan, Mereka Lebay!

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyayangkan adanya penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Institut Kesehatan Nasional / AFP
Gambar ini diperoleh 12 Maret 2020, milik National Institutes of Health (NIH) / NIAD-RML menunjukkan gambar mikroskop elektron transmisi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS, karena partikel virus (benda bulat emas) muncul dari permukaan sel yang dikultur di lab, paku di tepi luar partikel virus memberi coronavirus nama mereka, seperti mahkota. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyayangkan adanya penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 di Kabupaten Bogor. 

//

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar mengatakan jenazah yang sudah diurus oleh pihak rumah sakit dan pengurusannya memenuhi Fatwa MUI, tidak seharusnya ditolak oleh masyarakat. 
"Itu (penolakan) hanya akan memperuncing kegaduhan sosial di tengah kita yang seharusnya bersama-sama, bergotong royong karena yang harus menangani Covid-19 bukan hanya pemerintah atau petugas tapi semua masyarakat," ujar Rafani, saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Menurut Rafani, sikap masyarakat yang menolak jenazah positif Covid-19 karena khawatir terpapar virus itu kurang tepat.
 "Jadi kalau ada masyarakat yang menolak dengan alasan takut terpapar ya itu berlebihan, bahkan itu mencerminkan seperti tidak mau bersama-sama menghadapi pandemi ini," katanya. 

Rafani mengaku, dari hasil konsultasi dengan ahli kesehatan disebutkan bahwa jenazah positif Covid-19 yang sudah dimakamkan tidak akan terus-terusan menularkan virus tersebut. 
"Kalau sudah dikubur. Ya, sudah. Malah, kalau terlambat dikubur, kemungkinan untuk menularkan kembali itu terbuka sekali," ucapnya. 
Sebelumnya di Pemakaman Giri Tama, Kampung Jati, Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, sempat terjadi penolakan pemakaman jenazah positif Covid-19 oleh warga di kampung tersebut karena takut tertular Covid-19 dari jenazah pasien yang semasa hidup tinggal di Kota Depok itu.
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved