Karantina Wilayah Parsial di Kuningan

Karantina Wilayah Parsial Berdampak Pada Omzet, Puluhan Karyawan RM Sea Food Menangis Dirumahkan

Paling untuk menyiasatinya, dengan mengandalkan pasar melalui pesanan online seperti begitu

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Owner RM Sea Food di Kuningan, Ali Action, terpaksa merumahkan karyawannya karena omzet merosot sebagai dampai penyebaran virus corona, terlebih di Kuningan akan diberlakukan Karantina Wilayah Parsial. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Sebelum diberlakukan KWP (Kaarantina Wilayah Parsial, red) Owner Kuliner Rumah Makan Sea Food, Ali Action, sudah ‘merumahkan’ puluhan karyawannya untuk sementara waktu.

“Mulai dari hari tadi, puluhan karyawan kami diliburkan,” ungkap Ali Action kepada wartawan, Selasa (31/03/2020).

Ali Action cukup terkenal sebagai pengusaha kuliner sea food dan pecel lele di Kuningan ini.  Lapak usaha yang yang berada di taman kota Kuningan itu sudah memiliki anak cabang yang tersebar luas di setiap daerah hingga daerah tetangga.

“Semua karyawan saya ada delapan puluh dan merupakan warga Kuningan semua,” ujar Ali tadi.

Kaitan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam memberlakukan KWP, kata Ali, ini jelas berpengaruh terhadap sirkulasi ekonomi bisnis kulinernya. Hal itu juga kontan membuat puluhan karyawannya, menangis saat melakukan brifing karena hendak diliburkan dulu.

“Karyawan saya nangis, keluhannya macam-macam. Ada soal bagaimana kreditan motor, kemudian bagaimana untuk memenuhui kebutuhan keluarganya dan banyak lagi,” ujar Ali lagi.

Syekh Puji Kembali Nikahi Bocah Berusia 7 Tahun, Ini Kata Komnas Perlindungan Anak

Sedang Joging Bawa Anjing, Andre Ditabrak Mobil, lalu Tewas, Pelaku Juga Jambak Rambut Istri Korban

Ibu-ibu di Sukabumi Mengamuk, Bank Keliling Tetap Menagih di Tengah Musibah Wabah Virus Corona

Namun owner rumah makan sea food yang di taman kota ini koperatif dan mengikuti saran serta anjuran pemerintah daerah. Terutama terhadap kebijakan KWP yang disertai pembatasan waktu aktivitas di lingkungan perkotaan.

“Paling untuk menyiasatinya, dengan mengandalkan pasar melalui pesanan online seperti begitu,” ujarnya.

Di sisi lain, masih kata Ali, pihaknya selalu memberikan semangat dalam meneguhkan mental karyawan. “Sebab kami ini keluarga,” ujarnya.

Terpisah Maman, salah seorang pedagang di Kawasan Pusat Perkotaan Jalan SIliwangi Kuningan ini mengatakan, dirinya akan tetap melakukan aktivitas sebagai penjual gorengan. Serta akan mengikuti saran dan anjuran pemerintah dalam pembatasan waktu aktivitas malam hari.

“Jualan mah biasa saja kang, tapi bahan baku atau adonan yang biasa 10 kg, akan saya kurangi,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved