Letak Geografis Menjadi Hambatan Kabupaten Majalengka dalam Menerapkan Sistem Belajar di Rumah

Pemkab Majalengka dalam hal ini Dinas Pendidikan terus mengevaluasi diri dari penerapan pembelajaran tersebut.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi Suasana belajar di SLB Gelora Karya, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Ahmad Suswanto mengaku letak geografis menjadi hambatan di Kabupaten Majalengka dalam menerapkan sistem belajar  di rumah.

Pasalnya, ada beberapa siswa yang menggunakan telepon seluler jenis android letak rumahnya berada di pegunungan yang keberadaan sinyal dinilai sangatlah terbatas.

"Kita harus jujur, letak geografis bagi kabupaten Majalengka banyak pegunungan makanya mungkin melalui hp android tidak semua siswa dapat mengakses dengan dengan pembelajaran yang baik," ujar Ahmad kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (28/3/2020).

Ia mengatakan, situasi tersebut dianggap kurang efektif dalam penerapan sistem pembelajaran di rumah via online.

Oleh karena itu, Pemkab Majalengka dalam hal ini Dinas Pendidikan terus mengevaluasi diri dari penerapan pembelajaran tersebut.

"Ini menjadi persoalan yang serius, karena situasi sekarang sistem seperti itu yang bisa diterapkan di tengah mewabahnya virus Corona atau Covid-19. Kalau siswa yang berada di dataran rendah sih tidak menjadi persoalan, tapi yang di pegunungan, akses internet terbatas," ucapnya.

Tamu Undangan Kaget Polisi Datang, Acara Hajatan Pernikahan di Majalengka pun Langsung Dibubarkan

Di Tengah Wabah Corona, Gunung Merapi Sudah Meletus Tiga Kali, Kini Magma Mulai Naik ke Permukaan

Doa Tolak Bala Tolak Wabah Mohon Pertolongan Allah SWT Lengkap dengan Huruf Latin dan Terjemahannya

Namun demikian, Ahmad menambahkan, mudah-mudahan guru, kepala sekolah dan pengawas tetap melaksanakan monitoring baik secara online maupun mandiri.

Sehingga, para siswa tetap mendapatkan pembelajaran yang maksimal di tengah mewabahnya virus tersebut.

"Mudah-mudahan para pemberi ilmu pengetahuan dapat terus memonitoring para siswanya dan Covid-19 ini dapat segera berakhir," kata Ahmad. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved