Virus Corona di Kuningan

Alokasi Dana Desa Belum Turun, Kades Cilimus Tetap Semprot Jalan Kampung Seminggu Sekali

dalam pecegahan penyebaran virus corona di Kuningan, lingkungan Desa Cilimus memang sangat diutamakan

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Kades Cilimus Mulyadin menjelaskan soal pencegahan penyebaran virus corona di daerahnya. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Pemerintah pusat telah mengizinkan penggunaan alokasi dana desa (ADD) untuk kebutuhan pencegahan penyebaran virus corona. Namun rupanya ADD untuk Desa Cilimus Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan belum cair.

Kades Cilimus, H Mulyadin, mengatakan, walau ADD belum cari dari pusat, tidak menyurutkan semangat perangkat desa untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan masyarakat sekitar. 

"Sampai sampai ini, kami berinisiatif tanpa menggunakan anggaran pemerintah desa,” kata Mulyadin, Sabtu (28/3/2020).

Mulyadin mengatakan, untuk penyemprotan menghabiskan 20 liter cairan disinfektan menghabiskan biaya Rp 100 ribu. Penyemprotan dilakukan secara berkala. 

“Kalau jalan gang atau jalan perkampungan disemprotnya satu sekali dalam seminggu. Namun, untuk lingkungan pasar desa ini, sebanyak tiga kali dalam sepekan,” ungkapnya.

Menyinggung soal penutupan kawasan Taman Cilimus yang biasanya digunakan untuk berdagang dan sejumlah kegiatan lainnya menurut Kades, hal itu sudah berjalan hampir dua pekan.

“Hampir sepuluh hari, kawasan taman cilimus sepi. Semenjak ada edaran Pak bupati saja,” kata Mulyadin.

Tamu Undangan Kaget Polisi Datang, Acara Hajatan Pernikahan di Majalengka pun Langsung Dibubarkan

Di Tengah Wabah Corona, Gunung Merapi Sudah Meletus Tiga Kali, Kini Magma Mulai Naik ke Permukaan

Doa Tolak Bala Tolak Wabah Mohon Pertolongan Allah SWT Lengkap dengan Huruf Latin dan Terjemahannya

Mulyadin menegaskan, dalam pecegahan penyebaran virus corona di Kuningan, lingkungan Desa Cilimus memang sangat diutamakan.  “Karena desa kami ini sebagai gerbang kuningan utara. Lokasi strategis yang memiliki pasar dan zona hiburan terbuka,” ungkapnya.

Menurut Mulyadin, pada Jumat kemarin, pelaksanaan salat Jumat pun ditiadakan.

“Ditunda terlebih dahulu. Selain mengikuti anjuran pemerintah dan fatwa MUI, ebaradaan masjid ini di pinggir jalan,” katanya.

Selain warga sekitar, kata Mulyadin, para pengemudi atau warga lain juga banyak melakukan salat Jumat di sini. “Nah, dari pada kita ragu dalam melakukan pencegahan. Lebih baik tidak melaksanakan shalat jumatan. Karena kita tidak tahu pendatang atau orang lain datang itu, terpapar virus atau tidak,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved