Semua Tenaga Kesehatan di RSHS Bandung yang Jalani Rapid Test Dinyatakan Negatif Covid-19

Ratusan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin Bandung dinyatakan negatif virus corona atau Covid-19 melalui rapid test

(Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus corona. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ratusan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Hasan Sadikin Bandung dinyatakan negatif Covid-19 melalui rapid test atau tes masif yang dilakukan, Rabu (25/3).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan pihaknya pun masih menunggu hasil rapid test yang diselenggarakan kepada para tenaga medis lainnya di Jawa Barat.

Majalengka Masuk Zona Kuning Covid-19, Bupati : Tidak Perlu Adanya Tes Massal Virus Corona

"Tes masif sudah dilakukan, di banyak tempat. Hari ini harus selesai untuk para petugas kesehatan, kemudian yang ODP (Orang Dalam Pemantauan). Ratusan tenaga medis di RSHS sudah dites dan hasilnya negatif semua," kata Gubernur yang akrab disapa Emil tersebut di Gedung Sate, Kamis (26/3).

Dalam kesempatan tersebut, pegawai yang melakukan rapid test terdiri dari para tenaga kesehatan di Ring 1 di antaranya kokter penyakit dalam, dokter anastesi, dokter THT, dokter anak, para perawat di ruang isolasi dan intensif, serta tenaga kesehatan lain juga para petugas administrasi, driver, cleaning service dan satpam yang berada di Ring 1 penanganan Covid-19 di RSHS.

Dalam Kondisi Darurat, Stadion Watubelah Cirebon Bakal Jadi Tempat Penanganan PDP Covid-19

Test masif pun dilakukan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Bandung. Tes dilakukan di pusat pelayanan kesehatan dan langsung kepada ODP.

Setelah tes masif ini, Pemprov Jabar akan punya peta persebaran Covid-19 yang lebih luas,

"Jadi setelah tes masif ini kita kumpulkan hasilnya, kelihatan petanya, angkanya melompat atau landai. kalau ternyata landai, kita bisa selenggarakan sekolah lagi dengan jaga fisik atau physical distancing."

"Kalau ternyata melonjak di luar dugaan, kita akan memperpanjang belajar di rumah. keputusan memperpanjang ini akan kita putuskan dua hari lagi," katanya.

Wow Tagihan Listrik Rumah Ashanty dan Anang Hermansyah Capai Rp 26 Juta per Bulan, Ini Reaksi Sule

Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Berli Hamdani berujar bahwa pihaknya bekerja sama dengan tenaga kesehatan rumah sakit serta Dinas Kesehatan kabupaten/kota.

Selain tes bagi karyawan di RSHS yang termasuk Kategori A itu, Jabar juga melakukan tes bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sementara rapid test dengan konsep drive-thru yang dilakukan bagi Kategori B dan C saat ini tengah dikoordinasikan dengan kabupaten/kota terkait sarana-prasarana, alat, maupun tenaga kesehatan yang akan melaksanakan.

"Dengan adanya rapid test ini, diharapkan dapat menjaring kasus-kasus maupun orang yang berisiko terkena infeksi sehingga bisa diambil langkah dalam penanggulangan Covid-19," ucap Berli. (Sam)

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved