Ini Dia Keistimewaan Bulan Sya'ban, Perbanyak Puasa Sunnah Hingga Malam Nisfu Sya’ban

ni adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta al

via 123RF.com
Sholawat Nabi. 

TRIBUNCIREBON.COM - Dua hari lagi bulan Rajab akan berakhir. Itu berarti bulan Sya'ban, bulan di antara Rajab dan Ramadan, akan tiba. Bagi kaum muslimin, bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa dan mulia.  

Rasulullah SAW sangat memberikan perhatian yang lebih terhadap bulan ini dengan berpuasa  sebanyak-banyaknya yang tidak pernah dilakukan di bulan-bulan lainnya kecuali bulan Ramadan karena di dalamnya banyak mengandung keistimewaan, seperti dikutip bincangsyariah dari buku Lailat al -Nisfi min Sya'ban, karya Dr. Mahmud Sayyid Shabih sebagai berikut:

Pertama, turunnya perintah bersalawat dan memberi salam kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Ayat yang memerintahkan kita untuk bersalawat dan memberi salam kepada baginda Nabi Muhammad Saw yang terdapat dalam surah al–Ahzab: 56

((إن الله وملائكته يصلون على النبي، يا أيها الذين  آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما))

Menurut kalangan ulama’ ahli tafsir diturunkan oleh Allah Swt pada bulan ini (Sya’ban). (al-Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, Madza Qala fi Sya’ban, hal.24)

Kedua, diperintahkannya berpuasa pertama kali pada tahun kedua hijriyah

Bagian dari bentuk keistimewaan bulan ini Allah Swt menyuruh umat islam untuk melaksanakan puasa satu bulan full pertama kali tepatnya pada bulan sya’ban ini bukan pada bulan ramadhan. Ini terjadi pada tahun kedua setelah hijrahnya baginda Nabi Muhammad Saw ke Madinah. (Mohammad Shaleh al-Munjid, 32 Faidah fi Syahr Sya’ban hal. 30)

Ketiga, adanya anugerah pengampunan dosa pada malam Nis’fu Sya’ban (malam kelima belas bulan Sya’ban)

Allah Swt telah menganugerahkan sebuah pengampunan dosa bagi umat muslim dibulan ini, tepatnya dimalam Nis’fu Sya’ban (malam kelima belas bulan Sya’ban) sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Abi Musa al-Asy’ari dalam sunan Ibnu Majah sebagai berikut:

Halaman
1234
Penulis: Machmud Mubarok
Editor: Machmud Mubarok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved