VIDEO - 7 Pelaku Curas di Indramayu Ini Biasa Beraksi di Siang Bolong, Tak Berkutik Dibawa ke Polisi

Tiga tersangka bahkan terpaksa dihadiahi timah panas oleh polisi karena melakukan perlawanan saat diamankan

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 7 pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) tidak berdaya saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu, Senin (23/3/2020).

Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto didampingi Kasat Reskrim AKP Hamzah Badaru mengatakan, dari ketujuh tersangka tersebut memiliki perannya masing-masing.

Dengan rincian, pelaku utama sebanyak 4 orang, yakni OK (17) warga Kabupaten Kuningan, WND (39), SFT (25), dan SHD (28) warga Kabupaten Indramayu.

Sedangkan, 3 pelaku lainnya merupakan penadah, yakni SGY (30), HDR (29), dan CSM (38). Semuanya merupakan warga Kabupaten Indramayu.

Tiga tersangka bahkan terpaksa dihadiahi timah panas oleh polisi karena melakukan perlawanan saat diamankan, ketiganya adalah WND, SFT, dan SHD.

"Kasus ini sangat meresahkan masyarakat karena di bulan Maret saja mereka melakukan aksi kejahatan dengan cara pepet jambret sebanyak 8 kali dan satu kali di bulan Juni 2019. Jadi sindikat ini sudah melaksanakan aksi sebanyak 9 kali," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat konferensi pers di Mapolres Indramayu.

Dijelaskan Kapolres, dalam melancarkan aksinya, para pelaku ini bahkan nekad melakukannya saat siang bolong.

Dosen Matematika ITB Memprediksi Puncak Corona Terjadi Pada Akhir Maret, Kasus Positif 600 Per Hari

Jadwal Acara TV Hari Ini, Jangan Lewatkan Film Seru The Wolverine dan Home Alone 3 di RCTI & GTV

Begini Tips Mudah Membuat Disinfektan dengan Bayclin untuk Cegah Virus Corona Ala Najwa Shihab

Berbekal golok untuk menakut-nakuti korbannya para pelaku memepet dan setelah korbannya lumpuh, para pelaku langsung menjabret barang bawaan korban.

"Setiap melakukan aksi mereka berboncengan menggunakan sepeda motor,"

Dari tangan pelaku polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 4 unit sepeda motor yang terdiri dari dua motor yang digunakan pelaku dan dua motor lainnya merupakan hasil kejahatan.

Barang bukti lainnya, yaitu satu bilah golok, satu box handphone, satu bendel BPKB, satu lembar STNK, satu buah handphone, satu buah tas slempang kuning, kalung emas, dan satu lembar nota pembelian emas senilai Rp 2,2 juta.

"Pasal yang dikenakan kepada pelaku yaitu Pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun," ujar dia. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved