Rohayati Benar-benar Jengkel, Rumah Bututnya Cuma Difoto-foto Saja, tapi Tak Kunjung Diperbaiki

Warga Kampung Kepuh, RT 2/11, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat ini, saat ini tak merasa tenang.

tribunjabar/hilman kamaludin
Rohayati saat duduk di depan rumahnya yang miring dan akan ambruk 

TRIBUNCIREBON.COM, PADALARANG - Rohayati (47), janda beranak tiga di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat ( KBB ) sudah merasa kesal.

//

Hingga saat ini rumahnya tak kunjung diperbaiki, padahal pihak pemerintah setempat sudah melakukan survei beberapa kali.

Ia mengatakan, sejak beberapa bulan yang lalu pihak dari desa sudah datang survei dan meminta berkas semisal KK, KTP, dan surat keterangan program keluarga harapan (PKH).

"Katanya mau diperbaiki tapi hingga saat ini belum. Padahal rumah saya sudah beberapa kali difoto-foto, tidak ada tindak lanjut lagi," ujar Rohayati saat ditemui di kediamannya, Rabu (18/3/2020).

Warga Kampung Kepuh, RT 2/11, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat ini, saat ini tak merasa tenang.

Setiap ada hujan deras dan angin kencang, Rohayati khawatir rumahnya ambruk.

"Ini juga bisa miring seperti ini akibat hujan dan angin ditambah kayu dan bambunya sudah lapuk dan keropos," ucapnya.

 Daftar Rumah Sakit Rujukan Corona di Seluruh Indonesia, Lengkap dengan Nama RS, Alamat dan Kontaknya

 Puluhan Tahun Hidup Sendiri di Gubuk di Dayeuhkolot, Nenek Sumarni Menangis Saat Biliknya Diperbaiki

Kendati demikian, hingga saat ini kondisi rumahnya luput dari perhatian pemerintah, padahal ia merasa layak mendapat bantuan bedah rumah karena persyaratannya sudah lengkap.

"Rumah ini kan dibangun di tanah milik saya, kondisi rumah begini dan saya juga dapat PKH. Mungkin harus ambruk dulu baru akan diperbaiki," kata Rohayati.

Ketua RT 2, Asep Rohman (60) mengatakan, terkait perbaikan rumah Rohayati, pihaknya sudah bermusyawarah dengan pihak desa. Ia belum bisa memastikan kapan perbaikannya akan dilakukan.

"Saya belum mendapat kabar lagi terkait tindak lanjutnya, padahal persyaratan sudah lengkap. Pemiliknya juga memang layak mendapat bantuan," kata Asep.

Pantauan Tribun Jabar, rumah berukuran 3X6 meter itu saat ini kondisinya tampak miring dan supaya tidak ambruk, Rohayati memasang penyangga dengan menggunakan bambu.

Bahan bangunan rumah tersebut, hanya bilik bambu dan didominasi kayu, namun material bangunannya kini sudah mulai keropos baik di bagian dalam maupun dibagian luar, sehingga rumah itu sudah tidak layak huni.

Pada bagian dalam hanya terdapat alat-alat rumah tangga seadanya dengan kondisi dapur dan kamar mandi yang sangat memprihatinkan karena jauh dari kata layak untuk ditempati baik saat siang mapun malam hari.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved