Virus Corona Mewabah

1.500 Pekerja Migran Pulang ke Indramayu Tiap Bulan, Pemkab Awasi Ketat Cegah Penyebaran Corona

Sehingga, pemerintah bisa cepat tanggap mendeteksi setiap PMI yang pulang dan bisa segera dilakukan pemantauan.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu yang pulang ke tanah air akan diawasi ketat oleh pemerintah.

Terutama pada momen memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, sebagian besar dari para PMI itu banyak yang memutuskan pulang pada momen-momen tersebut.

Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat mengatakan, berdasarkan data yang tercatat sedikitnya ada sekitar 1.500 PMI asal Kabupaten Indramayu yang pulang ke tanah air setiap bulannya.

"Sudah kita laporkan kepada Pak Gubernur karena kita ini rata-rata setiap bulan ada sekitar 1.500 PMI yang pulang," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (18/3/2020).

Pengawasan ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Mengingat, Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah penyumbang PMI terbanyak di Indonesia.

Dalam hal ini, dirinya juga meminta kepada stakeholder terkait, yakni Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk bisa menyerahkan data para PMI, termasuk data kepulangan mereka.

Sehingga, pemerintah bisa cepat tanggap mendeteksi setiap PMI yang pulang dan bisa segera dilakukan pemantauan.

"Nanti akan kita pantau, kita sampaikan juga ke camat dan kuwu untuk ikut memantau," ujarnya. 

Halaman
1234
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved