Virus Corona Mewabah

Virus Corona Mewabah, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama Sepakat Khotbah Jumat Tak Boleh Lama-lama

Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Salat Gerhana Matahari di Masjid Islamic Centre Indramayu, Kamis (26/12/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat sepakat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat untuk menunda kegiatan keagamaan akibat merebaknya wabah Covid-19.

Jamjam Erawan, Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Barat mengatakan, sebelum ada saran dari MUI Jawa Barat, Pimpinan Pusat Muhamadiyah sudah lebih dulu mengeluarkan surat maklumat, menyikapi pandemi Covid - 19.

Dalam surat tersebut, terdapat enam poin yang menjadi imbauan, seperti menunda kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti pengajian, seminar dan kegiatan sosial, kemudian mengimbau kepada warga muhammadiyah agar membatasi bepergian ke tempat yang berisiko penularan Covid-19.

"Muhamadiyah sudah mengeluarkan edaran dari Pimpinan Pusat, malah lebih dulu kita mengeluarkannya, bahwa menyikapi Covid-19 ini Muhamadiyah memandang perlu ada upaya menjaga atau mencegah lebih baik dari mengobati," ujar Jamjam, saat dihubungi, Selasa (17/3/2020).

 Hakim dan ASN PN Bandung Tidak Boleh Absen Fingerprint, Pakai Absen Manual Saja

Selain itu, kata Jamjam, banyak juga kegiatan internal Muhammadiyah yang terpaksa ditunda demi meminimalisir penyebaran virus Covid -19.

"Muhamadiyah kan mau muktamar ada banyak sekali kegiatan yang sudah dirancang mulai dari jasmaniyah seperti gerak jalan, sepeda santai ada juga yang memang kaitan dengan kegiatan pra Muktamar seperti seminar, pengajian umum itu ditunda sesuai putusan pusat," katanya.

Sementara perihal khotbah Jumat jangan terlalu lama seperti yang disarankan MUI Jabar, Muhammadiyah, kata Jamjam sudah menerapkannya sebelum wabah Covid-19 merebak.

"Begini kalau muhamadiyah bukan hanya pada kondisi seperti ini saja, merujuk pada kebiasaan Nabi Muhammad, khotbah Jumat itu tidak lama, jadi memang tidak ada masalah apalagi kondisi seperti ini," ucapnya.

Pun demikian dengan sikap Nahdlatul Ulama, yang mendukung kebijakan MUI Jabar yang menyarankan agar khotbah jumat tidak terlalu lama serta menunda kegiatan keagamaan.

 Gedung Sate, Lapangan Gasibu, Lapangan Saparua, Gedung Merdeka Ditutup untuk Umum

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH. Hasan Nuri Hidayatulloh atau Gus Hasan, mengatakan langkah itu merupakan satu upaya yang baik dalam pencegahan mewabahnya Covid-19.

"Prinsipnya, dalam segala hal menghindari yang merugikan kami mendukung, kecuali tidak ada sebab yang mengkhawatirkan, itu tidak mendukung, karena setiap persoalan muncul pasti ada sebabnya," ujar Gus Hasan.

Menurut Gus Hasan, dalam prinsip bergama lebih baik menghindari kemudaratan atau keburukan. Oleh karena itu, PWNU Jabar pun dapat memahami maksud MUI menyarankan hal tersebut.

"Lebih baik menghindari daripada terjadi kerusakan, menghindari lebih dikedepankan untuk kemaslahatan umat, artinya jika fatwa itu dikeluarkan untuk daerah, itu kami mendukung untuk menghindari penyebaran yang lebih bahaya, karena harus dilindungi nyawa masyarakat," katanya.

Gus hasan menambahkan, sejatinya masyarakat dapat menyikapi permasalah wabah virus corona atau Covid-19 dengan bijak. Dia pun turut, mendoakan masyarakat tetap diberikan kesabaran dan kesehatan dalam melewati keadaan seperti saat ini.

"Ini suatu cobaan untuk bangsa kita semoga bisa melewati semuanya dan dalam keadaan sehat walafiat," ucapnya.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved