Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemkab Cirebon Rencanakan Tutup Wisata Ziarah Sunan Gunung Jati

Pemkab Cirebon renccanakan menutup wisata ziarah Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bupati Cirebon Imron Rosyadi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menutup wisata ziarah Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Penutupan destinasi wisata religi di Kabupaten Cirebon itu untuk memekan penyebaran virus corona.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, penutupan itu direncanakan berlangsung selama 14 hari.

"Tepatnya penutupan itu dimulai 16 - 29 Maret 2020," ujar Imron Rosyadi saat ditemui di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (17/3/2020).

Ia mengatakan, penutupan obyek wisata itu untuk meminimalisir potensi berkumpulnya banyak orang di satu titik.

Pasalnya, situs Makam Sunan Gunung Jati tersebut setiap harinya didatangi puluhan bahkan ratusan orang.

Para pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Cirebon dan sekitarnya, tetapi sejumlah daerah di Indonesia.

"Selama ini memang situs tersebut didatangi wisatawan yang tertarik pada sejarah maupun sekadar berziarah," kata Imron Rosyadi.

Rencana penutupan situs Makam Sunan Gunung Jati juga akan dibicarakan dengan pihak keraton selaku pengelolanya.

Selama ini, kawasan Makam Sunan Gunung Jati dikelola oleh Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved