Stok Gula di Indramayu Habis

Keran Impor Gula Tersendat, Apakah Karena Virus Corona? Ini Tanggapan Kepala Perum Bulog Indramayu

Imbas dari tersendarnya keran import ini membuat gula di pasaran mulai langka dan harganya pun mulai beranjak naik.

Tribuncirebon.com/ Handhika Rahman
Karyawan Pasar Modern Cipto Gudang Rabat saat mempacking gula pasir untuk dijual, Jumat (13/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kelangkaan gula pasir di masyarakat rupanya sudah diprediksi Perum Bulog sejak Desember 2019 lalu.

Kepala Perum Bulog Cabang Indramayu, Dadan Irawan mengatakan, Perum Bulog bahkan sudah mengajukan permohonan impor gula kepada pemerintah pusat saat itu.

"Sebenarnya mengajukan import sudah sejak Januari ke kementerian, meski waktu itu belum naik tapi sudah muncul indikasi awal kelangkaan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di ruangannya, Jumat (13/3/2020).

Dadan Irawan menjelaskan, indikasi itu terlihat dari mulai naiknya harga gula dipasaran walau tidak signifikan.

Imbas dari tersendatnya keran impor ini membuat gula di pasaran mulai langka dan harganya pun mulai beranjak naik.

Di Kabupaten Indramayu sendiri harga gula sudah menyentuh harga Rp 16-17 ribu per kilogramnya dari harga normal yang hanya Rp 12 ribu saja.

Meski demikan, menurut Dadan Irawan, tersendatnya import gula ini tidak ada kaitannya dengan virus corona atau Covid-19.

Gula Pasir di Indramayu Mahal karena Sedang Langka, Perum Bulog Diminta Stabilkan Harga

Pacari Rio Ramadhan Cuma Makan Hati, Kekeyi Kini Nelangsa, Cintanya Hancur, Curhatannya Bikin Nyesek

Pasalnya, negara yang menjadi impor corona bukanlah negara penyebaran virus corona.

Indonesia diketahui biasa mengimport gula dari negara India dan Thailand.

Halaman
123
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved