Stok Gula di Indramayu Habis

Gula Pasir Langka di Indramayu, Perum Bulog Tunggu Kiriman Gula Impor Thailand dan India

Perum Bulog saat ini tengah menunggu realisasi import gula dari pemerintah pusat guna mengatasi kelangkaan gula pasir di masyarakat.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kepala Perum Bulog Cabang Indramayu, Dadan Irawan, Jumat (13/3/2020). 

Perum Bulog Indramayu Masih Tunggu Import Gula Tiba di Indonesia, Ada 438 Ribu Ton yang Diimport Dari Thailand dan India

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Perum Bulog saat ini tengah menunggu realisasi import gula dari pemerintah pusat guna mengatasi kelangkaan gula pasir di masyarakat.

//

Import gula itu diyakini bakal menjadi solusi sementara untuk mengisi kekosongan gula sebelum para petani memasuki masa panen pada bulan Mei 2020 mendatang.

Kepala Perum Bulog Cabang Indramayu, Dadan Irawan mengatakan, gula yang diimport oleh pemerintah ini totalnya mencapai 438 ribu ton.

"Diimport dari Thailand dan India," ucap dia kepada Tribincirebon.com saat ditemui di ruangannya, Jumat (13/3/2020).

Dari 438 ribu ton itu, Perum Bulog mendapat jatah sebesar 29 ribu ton dan mendapat tugas untuk bisa menstabilkan harga kembali normal di pasaran.

"Perkiraan import low sugar gula ini sampai ke Indonesia sekitar akhir bulan Maret," ujar dia.

Kendati demikian, gula tersebut belum siap diedarkan dan harus diolah terlebih dahulu.

Menurut Dadan Irawan, gula import ini baru siap dijual di pasaran sekitar pertengahan bulan depan atau pertengahan April 2020.

"Ini upaya pemerintah guna mengatasi agar tidak terjadi kelangkaan dan harganya pun dapat dicapai atau dijangkau oleh masyarakat umum," ujar dia.

Akibat kelangkaan ini diketahui menyebabkan harga gula pasir di Kabupaten Indramayu melonjak hingga menyentuh harga Rp 16-17 ribu per kilogramnya.

Padahal harga gula pasir dalam keadaan normal hanya Rp 12 ribu saja per kilogram atau dengan kata lain ada kenaikan sekitar Rp 5 ribu.

"Kalau saya lihat secara umum di wilayah lain pun sama sedang langka," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved