Gigitan Nyamuk Aedes Sebabkan 4.600 Warga Jabar Terjangkit DBD, 16 di Antaranya Meninggal Dunia

kabupaten dan kota di Jabar dibagi dalam tiga status, yakni zona merah untuk yang terdapat kasus DBD sangat berisiko, kemudian zona kuning dan zona hi

Editor: Machmud Mubarok
hellosehat.com
Demam Berdarah Dengue (DBD): Gejala, Obat, Penyebab. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebanyak sekitar 4.600 orang telah terjangkit penyakit demam berdarah di Jawa Barat sejak Januari 2020 sampai Maret 2020. Dari angka tersebut, sebanyak 16 pasien demam berdarah dengue (DBD) di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani, mengatakan angka kematian akibat DBD yang mencapai 16 orang tersebut, menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah kematian akibat DBD tertinggi di Indonesia.

"Sebagian besar pasien yang meninggal dunia karena terlambat dibawa ke tempat pelayanan kesehatan. Akhirnya terlambat ditangani," kata Berli dalam Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jumat (13/3).

Berli mengatakan dengan tingginya kasus meninggal akibat DBD tersebut, dirinya mengimbau supaya warga yang mengalami gejala demam tinggi segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat untuk diobati.

Dirinya pun mengimbau masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat dan bersih, memakan makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, dan melakukan penutupan, pengurasan, dan penguburan tempat penampungan air, menabur bubuk abate, menggunakan lotion antinyamuk, atau menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk seperti serai dan lavender.

Berdasarkan kategori dan kasus DBD-nya, kabupaten dan kota di Jabar dibagi dalam tiga status, yakni zona merah untuk yang terdapat kasus DBD sangat berisiko, kemudian zona kuning dan zona hijau untuk yang lebih sedikit kasusnya.

Kisah Pasien Positif Virus Corona Berhasil Sembuh, Merawat Diri di Rumah Dengan Lakukan Hal Ini

Gadis Cantik Asal Sukabumi Sudah Sebulan Raib, Izin Via SMS Mau Kerja di Ciburuy, Ortu Lapor Polisi

Inilah Tanda-tanda Seseorang Memiliki Kolesterol Tinggi, Bisa Sebabkan Stroke & Serangan Jantung

Kawasan yang masuk zona merah DBD, katanya, adalah kabupaten atau kota yang memiliki kasus warga yang meninggal akibat DBD. Yang masuk zona merah adalah Kabupaten Ciamis di posisi teratas dengan korban 3 orang. Disusul Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, dan Kabupaten Cirebon, yang masing-masing terdapat 2 korban.

Masih di zona merah, yang memiliki satu korban meninggal akibat DBD adalah Kota Depok, Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya. Berdasarkan jumlah kasus, daerah dengan jumlah pasien tertinggi adalah Kabupaten Bogor dengan 443 orang, Kabupaten Ciamis 381 orang, dan Kota Bandung 378 orang.

Daerah yang masuk zona kuning DBD adalag Kota Bekasi, Cimahi, Banjar, Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Bandung Barat, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Majalaya, Indramayu, dan Kuningan. Yang berstatus hijau hanya Kota Cirebon dan Kabupaten Pangandaran. 

DBD Lebih Nyata

Di tengah maraknya ancaman penularan virus corona covid-19 yang kini sudah melanda sejumlah negara, Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM mengingatkan masyarakat Ciamis tentang ancaman penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

“DBD itu adalah ancaman nyata. Sejak Januari sudah ada lima orang yang meninggal karena  DBD di Ciamis. Selama bulan Februari lalu ada 60 pasien DBD yang dirawat di RSU Ciamis, belum lagi di puskesmas atau rumah sakit lain,” ujar Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM kepada para wartawan seusai mengikuti istigasah memohon perlindungan Ilahi dari penularan virus corona di Alun-Alun Ciamis Jumat (13/3) pagi.

Data dari Dinkes Ciamis, selama bulan Januari dan Februari 2020 ada 455 kasus DBD terjadi di Ciamis, yakni 216 kasus pada bulan Januari dan pada bulan Februari terajdi 239 kasus DBD.

Kasus DBD ini hampir terjadi di semuanya kecamatan di Ciamsi tidak hanya di sembilan kecamatan yang endemik.  Sebanyak 113 penderita DBD di antaranya sempat dirawat di RSU Ciamis.

Mengantisipasi meluasnya penularan penyakit mematikan oleh nyamuk Aedes  aegypti tersebut, Bupati Herdiat mengimbau masyarakat Ciamis meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massif dan berkelanjutan terus menerus. PSN sangat diperlukan untuk memutus mata rantai perkembang biakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vector penularan penyakit DBD.

Angka kasus DBD di Ciamis awal tahun ini di Ciamis cukup mengkhawatirkan, awal tahun saja sudah menyentuh angka hamper 500 kasus. “Dan lima orang meninggal karena DBD. Itu baru awal   tahun,” katanya.

Kenali Gejala DBD

 Kenali gejala hingga fase Demam Berdarah Dengue (DBD).

Banyak orang yang tidak sadar dirinya mengidap Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Parah atau tidaknya penyakit DBD tergantung pada imunitas masing-masing orang. Tidak semua orang penyakitnya parah. Ada juga yang hanya demam, dua atau tiga hari kemudian sembuh,” tutur Dr Tedjo Sasmono, Kepala Unit Penelitian Dengue di Eijkman Institute of Molecular Biology.

Kepada Kompas.com (grup TribunJatim.com), Kamis (6/2/2020), Tedjo menyebutkan pada umumnya gejala DBD adalah demam tinggi tanpa disertai flu atau batuk.

“Berarti sudah pasti terkena virus kan itu. Separah apa sakitnya, tergantung imun kita,” lanjutnya.

Secara statistik, lanjut Tedjo, wanita dan laki-laki memiliki prevalensi yang sama terhadap kasus DBD.

Namun beberapa penelitian menunjukkan wanita memiliki kasus DBD yang lebih parah dibanding pria.

Begitu pun dengan anak yang mengalami obesitas, orang dewasa, serta bayi.

“Orang dewasa cenderung lebih parah karena sudah punya penyakit penyerta misalnya diabetes, jantung, ginjal. Sementara bayi, imunnya belum terbentuk sehingga pasti lebih parah,” lanjut Tedjo.

Penelitian juga membuktikan orang ras Afrika lebih tahan terhdap DBD dibanding orang Asia.

 4 Hal Penyebab Bayi Prematur selain Kebiasaan Sehari-hari, Kenali Tanda-tandanya

 VIDEO Viral Dua Guru SMA di Medan Duel di Dalam Kelas Disaksikan Para Siswanya, Ini Penyebabnya

Gejala DBD

Mengutip situs Hello Sehat, ada beberapa gejala DBD yang patut diperhatikan. Antara lain:

1. Demam tinggi mendadak

Pada kasus DBD, demam tinggi biasa terjadi secara mendadak.

Demam biasanya berkisar pada suhu 40 derajat Celcius.

Demam bisa terjadi selama dua sampai tujuh hari.

 8 Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Musim Hujan: Leptospirosis, Diare hingga Demam Berdarah

 Sebelum Beraktivitas di Wilayah III Cirebon, Cek Prakiraan Cuacanya Hari Ini, Rabu 12 Februari 2020

2. Nyeri pada otot

Pasien biasanya mengalami nyeri pada bagian otot dan sendi.

Gejala ini muncul beserta kondisi tubuh yang menggigil dan berkeringat.

3. Sakit kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata

Biasanya rasa sakit terjadi di sekitar dahi.

Sakit kepala parah juga disertai dengan sakit pada bagian belakang mata. 

 Cegah Demam Berdarah, Pakai 3M dan Fogging Bersamaan, Bunuh Jentik Dengan Serbuk Pembunuh Larva

 Jadwal Acara TV Hari Ini, Jangan Lewatkan Film Olympus Has Fallen di Bioskop Trans TV Nanti Malam

4. Mual dan muntah

Pada beberapa orang, masalah pencernaan kerap terjadi.

Selain mual dan muntah, kerap terasa bagian perut atau punggung yang tidak nyaman.

Gejala ini bisa berlangsung antara dua hingga empat hari.

5. Rasa lelah

Masalah pencernaan dapat menurunkan nafsu makan.

Inilah yang membuat tubuh merasa kelelahan karena kurangnya asupan makanan dan sistem imun tubuh yang melemah.

 Penyakit Misterius Muncul di Tengah Wabah Virus Corona, 15 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

 Ini Jadwal Penerbangan BIJB Hari Ini, Rabu 12 Februari 2020, Catat Waktunya! Ada 8 Rute Penerbangan

3 Fase DBD

Usai mengalami gejala DBD, Anda akan memasuki tiga fase selanjutnya.

1. Fase demam

Pada fase ini, penderita akan mengalami demam secara tiba-tiba hingga mencapai 40 derajat Celcius selama 2 sampai 7 hari.

Biasanya gejala ini muncul beserta kondisi lain seperti muka kemerahan, kulit memerah, nyeri seluruh tubuh, nyeri otot, dan sakit kepala.

Pada beberapa kasus, ditemukan gejala berupa nyeri dan infeksi tenggorokan, sakit di sekitar bola mata, anoreksia, mual dan muntah.

 Alat Deteksi Virus Corona Ada di Unair, Keakuratan sampai 99%, Pemeriksaannya dari Dahak

 Polisi Ungkap Abash, Kekasih Lucinta Luna Berjenis Kelamin Perempuan, Ia Positif Gunakan Narkoba

2. Fase kritis

Fase ini kerap disebut “pengecoh” karena penderita merasa sembuh dan dapat melakukan aktivitas kembali.

Fase ini ditandai dengan penurunan suhu tubuh higga 37 derajat Celcius ke suhu normal.

Padahal, bila fase ini terabaikan, trombosit pasien akan turun secara drastis dan dapat menimbulkan pendarahan yang kerap tidak disadari.

Fase ini berlangsung tidak lebih dari 24-48 jam.

Selama fase ini, pasien memiliki risiko tertinggi untuk mengalami kebocoran pembuluh darah.

Hal ini ditandai dengan muntah secara terus-menerus, mimisan, pembesaran organ hati, atau nyeri perut yang tak tertahankan.

 Unair Miliki Alat Deteksi Virus Corona, Keakuratan 99%, Mohammad Nasih: Reagennya Sangat Spesifik

 VIDEO - Napak Tilas Makam Raden Toemenggoeng Dendanagara Diduga Bupati Pertama Majalengka

3. Fase penyembuhan

Pada fase ini, trombosit perlahan akan naik dan kembali normal.

Penderita akan mengalami pengembalian cairan tubuh secara perlahan pada 48-72 jam setelahnya.

Kesehatan pasien akan membaik ditandai dengan peningkatan nafsu makan, penurunan nyeri perut, dan fungsi deuretik yang membaik.

Jumlah sel darah putih akan kembali normal dan diikuti dengan pemulihan jumlah trombosit.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved