Breaking News:

VIDEO - Kunjungi Habib Abdullah Albar, Kapolres Kuningan Duduk di Bawah Dengarkan Petuah Habib

Lukman pun bercerita tentang pengalaman dinas dan tugas. Ia mengaku dibesarkan di Korps Brimob dan pernah bertugas di luar negeri.

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON. COM, KUNINGAN - Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik mengunjungi kediaman tokoh agama, Abah Habib Abdullah Albar, di Desa Silebu, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan. Kamis, (12/03/2020). Kunjungan itu sebagai bentuk silaturahmi sekaligus mengenalkan diri sebagai pejabat baru di wilayah Kuningan.

Kapolres Kuningan datang bersama Kasat Intel dan Kasat Narkoba serta sejumlah anggota polisi. Mereka mendapat sambutan dari Abah Habib Abdullah serta sejumlah anak muridnya. "Silakan pak," ucap Aang, salah seorang murid Abah Habib.

Lukman mengatakan, kunjungan ini sebagai relasi antara polisi dan tokoh agama atau pun tokoh masyarakat. "Jadi di Kuningan, ceritanya cuci gudang. Kapolres, Dandim baru semuanya," kata Lukman saat mengawali perbincangan.

Suasana pertemuan terlihat penuh kekeluargaan. Kapolres menceritakan asal usulnya sebagai orang asli Bitung, daerah Manado.
Ayahnya adalah seorang purnawirawan. Saat bertugas sekitar tahun 1960-an, kata Lukman, bareng dengan Ali Sadikin, yang kemudian menjadi Gubernur DKI.

Lukman pun bercerita tentang pengalaman dinas dan tugas. Ia mengaku dibesarkan di Korps Brimob dan pernah bertugas di luar negeri.

"Beberapa daerah di Nusantara sudah saya tempati juga saat bertugas," kata dia.

Pohon Kina, Tanaman Herbal yang Miliki Banyak Manfaat, Mengobati Malaria hingga Penyakit Jantung

Wanita Ini Nikahi 5 Saudara Kandungnya, Setiap Malam Berhubungan Suami Istri Bergiliran

Sementara itu, Abah Habib Abdullah Albar yang juga penanggung jawab Majelis Taklim Dzikir dan Shalawat Nurul Albar, mengatakan, jemaah pengajian mayoritas warga sekitar.
"Namun jemaahnya juga, ada yang dari Jakarta," ungkap ulama yang populer dengan sebutan Habib Plumpang itu.

Pengajian rutin di rumahnya itu digelar sebulan dua kali. Jemaah ibu-ibu dan warga sekitar selalu memadati pengajiannya.

Habib Plumpang pun konsisten untuk mengajarkan kebaikan, berdasarkan ilmu yang diterima orang tua dahulu.
"Tidak pernah menanamkan kebencian terhadap siapapun. Karena hal itu tak diajarkan dalam keluarga kami," terang Habib Plumpang.

Habib juga menyampaikan, menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan menjadi pedoman pendidikan yang disampaikannya kepada anak muridnya. "Insya Allah, di sini aman Pak," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved