Virus Corona di Indramayu

Sebanyak 4 Orang Warga Indramayu Dinyatakan Dalam Pemantauan dan Pengawasan Virus Corona

Sementara itu untuk pasien yang masuk kategori PDP hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengawasan intensif.

Tribuncirebon.com/ Handhika Rahman
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, Rabu (11/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 4 orang warga Kabupaten Indramayu masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dugaan terjangkit virus corona atau Covid-19.

Dengan rincian, ODP sebanyak 3 orang dan PDP sebanyak 1 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, dari tiga orang ODP itu satu di antaranya telah terkonfirmasi negatif virus corona setelah selesai dilakukan pemantauan.

Sedangkan dua orang lainnya masih akan terus dipantau di kediamannya masing-masing selama 14 hari.

"Dimana satu orang di antaranya sudah dinyatakan selesai pemantauan selama 14 hari dan alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dan tidak ditemukan gejala apapun," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di ruangannya, Rabu (11/3/2020).

Sementara itu untuk pasien yang masuk kategori PDP hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengawasan intensif.

Pasien tersebut sekarang tengah di rawat di ruang isolasi RSUD Indramayu.

"Satu orang itu sudah dirawat pada hari Rabu Minggu kemarin di RSUD Indramayu dan pasien tersebut dalam kondisi baik," ucapnya.

Dalam hal ini, disampaikan Deden Bonni Koswara, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk status kelanjutan pasien tersebut.

Adapun terkait dugaan itu dikarenakan keempat orang tersebut diketahui baru pulang setelah melakukan perjalanan ke negara-negara yang terkonfirmasi terjangkit virus corona.

"Jadi si pasien tersebut diketahui telah melakukan perjalanan ke negara yang terjangkit Covid-19, yakni Malaysia, Singapura dan Belanda," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved