Jenazah Kuraesin Dipulangkan

Masih Banyak Perekrutan TKI Ilegal di Indramayu, Mencapai Ribuan, Ini Modus yang Dilakukan Perekrut

Namun, masyarakat tetap saja membandel dan nekad berangkat dengan alasan diiming-imingi gaji besar oleh pihak perekrut.

Istimewa
Prosesi pemakaman Kuraesin (33) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blok Winong, Desa Bojong Slawi, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu menyebut praktik pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga saat ini masih marak terjadi.

Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, meski tidak terdata secara pasti, tapi jumlah PMI asal Kabupaten Indramayu yang diberangkatkan secara ilegal saja jumlahnya mencapai ribuan.

"Saya sering komunikasi dengan PMI di negara-negara penempatan, saya dapat informasi banyak dari mereka yang masih ilegal," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di sekretariat SBMI setempat, Minggu (8/3/2020).

Kuraesin TKI Indramayu yang Tewas Jatuh dari Lantai 4 Gedung di Arab Saudi, Saat Kabur Sama 4 Orang

Kuraesin TKI Asal Indramayu Tadinya Mau Dimakamkan di Jeddah, Batal karena Pemberitaan di Indonesia

Juwarih mengatakan, meski sudah jelas dilarang dan banyak kasus yang menimpa para PMI ilegal.

Namun, masyarakat tetap saja membandel dan nekad berangkat dengan alasan diiming-imingi gaji besar oleh pihak perekrut.

Sekedar informasi, dijelaskan Juwarih, pengajuan penyaluran PMI seperti ke negara timur tengah itu semua prosesnya ditanggung oleh majikan.

Lain halnya dengan berangkat ke negara-negara penempatan yang aman dan sesuai prosedur, para PMI mesti membayar biaya secara mandiri melalui pinjaman dari bank.

Hal ini pula yang membuat para PMI banyak yang tergiur untuk berangkat ke negara unprosedural.

Kendati demikian, para PMI unprosedural ini memiliki risiko yang tinggi, salah satunya sulit mendapat perlindungan dari pemerintah jika mengalami permasalahan.

Berlinang Air Mata Thalita Latief Akui Idap Tumor Tiroid Stadium 4, Ia Minta Doa untuk Kesembuhannya

Orang Tua Siswa Pukul dan Tembakan Pistol untuk Intimidasi Kepala Sekolah Karena Ponsel Anak Disita

Halaman
1234
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved