Mantan Bupati Bogor Nurhayanti Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi & Pemotongan Uang

Ia kemudian diangkat menjadi Bupati Bogor menggantikan Rahmat yang terjaring operasi tangkap tangan pada 2014.

TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Bupati Bogor Nurhayanti 

TRIBUNCIREBON.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Bogor Nurhayanti, Senin (2/3/2020).

Nurhayanti akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pemotongan uang dan gratifikasi yang melibatkan mantan Bupati Bogor lainnya, Rachmat Yasin.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RY (Rachmat Yasin, mantan Bupati Bogor)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya.

Nurhayanti merupakan Wakil Bupati Bogor peride 2013-2018 yang mendampingi Rahmat Yasin.

Ia kemudian diangkat menjadi Bupati Bogor menggantikan Rahmat yang terjaring operasi tangkap tangan pada 2014.

Pantauan Kompas.com, Nurhayanti memenuhi panggilan KPK dan tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.48 WIB.

Dalam kasus ini, Rahmat diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah sekitar Rp 8,93 miliar.

Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional Bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada tahun 2013 dan 2014.

Sambil Menangis Suami Wanita Hamil yang Tewas Ditabrak Mobil di Palmerah Wahono: Bayi Kami Perempuan

Ramal Rumah Tangga Laudya Cynthia Bella & Engku Emran, Mbak You: Lakinya Ada Main dengan Wanita Lain

Kemudian, ia diduga menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektar di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp 825 juta.

Gratifikasi tanah diduga diberikan oleh seorang pemilik tanah untuk memuluskan perizinan lokasi pendirian pondok pesantren.

Halaman
12
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved