Tak Cuma Sate Maranggi, Purwakarta Pun Ternyata Punya Buah Khas yang Jadi Unggulan, Buah Apa Ya?

Hadiyanto menyebut manggis Purwakarta memiliki khas tersendiri seperti teksturnya yang lembut serta kulit luarnya mulus.

TribunJabar.id/M Nandri Prilatama
Buah Manggis dari Wanayasa, Purwakarta, menjadi buah unggulan. 

Laporan Wartawan Tribun, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Buah manggis menjadi khas Kabupaten Purwakarta selain sate marangginya. Namun, memang buah manggis khas Purwakarta yang berasal dari Wanayasa ini belum sepopuler penganan sate maranggi.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui dinas terkait yaitu Dinas Pangan dan Pertanian juga Dinas Pariwisata terus lakukan upaya mempromosikan si ratu buah tropis berwarna kulit merah keunguan.

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura pada Dispangtan Purwakarta, Hadiyanto Purnama mengatakan buah manggis Purwakarta terkenal dari Wanayasa dan secara resmi terdaftar di Kementan.

Lalu apa yang membedakan dari buah manggis lainnya?

Hadiyanto menyebut manggis Purwakarta memiliki khas tersendiri seperti teksturnya yang lembut serta kulit luarnya mulus.

"Ditambah perpaduan rasanya yang manis asam (segar)," katanya di Purwakarta, Rabu (26/2/2020).

Makan Pakcoy Ternyata Bisa Sembuhkan Penyakit Mematikan Ini, Begini Cara Benar Mengolahnya

Diet Karbohidrat Ampuh Turunkan Berat Badan & Cegah Diabetes, Tapi Perlu Perhatikan Hal Penting Ini

Kapolres Majalengka: Kalau Lihat Hewan yang Bentuknya Tidak Anda Ketahui, Segera Lapor Petugas!

Tak hanya itu, lanjur Hadi, manggis Purwakarta dari Wanayasa ini daya tahannya cukup lama, apalagi disimpan di dalam ruangan bisa bertahan hingga hampir sebulan dan kondisi masih segar.

"Manggis daerah lain kurang dari sebulan sudah layu dan jelek kondisinya," katanya.

Luas lahan perkebunan manggis wilayah Purwakarta, Dispangtan mencatat mencapai 1.500 hektare dan tersebar di lima kecamatan, yaitu Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, Darangdan, dan Pondoksalam.

"Rata-rata produksi buah manggis saat panen raya bisa capai 47 ton per hektare. Hasil (panen) ini bukan cuma buat kebutuhan lokal tapi juga mancanegara atau ekspor," ujar dia.

Ketika disinggung terkait upaya dalam mendorong produktivitas perkebunan manggis terus meningkat, kata Hadi, upayanya ialah memberikan bimbingan mengenai good agricultural practice (GAP) dan standar operasional prosedur (SOP) ke para petani.

"Kami rencananya juga 14 Maret 2020 bakal selenggarakan festival manggis di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Garokgek, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes," katanya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved