Breaking News:

Banjir Jakarta

Jakarta Banjir Ribuan Warga Ngungsi, Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Aktivitas Perekonomian Lumpuh

Diketahui, banjir menggenang ibu kota setelah hujan mengguyur sejak Senin (24/2/2020) malam.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunnews/Jeprima
Warga melintasi banjir yang merendam Jalan Dr Sutomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020) pagi. Hujan lebat yang melanda hampir seluruh kawasan Jakarta membuat sejumlah jalan tergenang dan bahkan beberapa tidak bisa dilalui kendaraan seperti di Jalan Dr Sutomo, arus lalu lintas lumpuh. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Jakarta dini hari hingga pagi, membuat sejumlah daerah kebanjiran.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, geram dengan kinerja Anies Baswedan.

Pria yang kerap disapa Kent itu meminta kepada Anies agar benar-benar memikirkan supaya Jakarta tidak kembali terendam banjir, yang saat ini siklusnya tidak menjadi 5 tahunan lagi, melainkan mingguan.

"Harusnya Pak Anies jangan hanya memikirkan agar banjir cepat surut. Tapi bagaimana mencegah supaya Jakarta tidak banjir lagi."

"Sekarang itu banjir di Jakarta tidak lagi 5 tahunan, tapi sudah mingguan warga harus merasakan banjir," tegas Kent di Jakarta, Selasa.

Prakiraan Cuaca 33 Kota Besar di Indonesia, Hari Ini Surabaya Berpotensi Hujan Disertai Petir

ZODIAK CINTA Rabu 26 Februari 2020, Aries Ragu Hampiri Hubungan Kalian, Taurus Merasa Lebih Dekat

Saat ini, sambung Kent, banyak warga miskin di Jakarta yang rumahnya terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak dini hari hingga pagi tadi dan mereka membutuhkan bantuan.

"Coba Pak Anies pikirkan warga miskin ibu kota, mereka tidak punya uang untuk membeli perabotan rumah, untuk makan saja mereka susah jadi kasihan jika setiap minggu harus merasakan musibah banjir."

"Mereka juga berharap sekolah gratis dan berobat gratis," kata dia.

Kent pun merasa heran dengan Pemprov DKI Jakarta yang masih ngotot untuk menggelar Formula E di tengah kondisi seperti ini.

"Seharusnya anggaran Formula E di alokasikan untuk penangangan banjir, tapi kok malah ngotot buat Formula E yang enggak jelas juntrungannya, yang belum tau untung apa tidak," tutur Kent.

Pria di Sidoarjo Tebas Sahabatnya Pakai Celurit, Tersinggung Dihina Tampangnya Tampang Maling Ayam

VIDEO - BPOM Jabar Gerebek Gudang Kosmetik di Cirebon, Izin Tempat dan Izin Edar Masih Diproses

Namun, sambung Kent, jika pihak Pemprov DKI Jakarta tetap ngotot dan jika perhelatan Formula E bisa mendapat income yang baik untuk Jakarta, dipersilahkan untuk transparan ke publik agar semuanya terang benderang.

"Kalau gubernur berani bilang pasti untung, ayo kita buka-bukaan, jelasin ke masyarakat hitung-hitungannya bagaimana untungnya, supaya masyarakat tenang."

"Karena sepengetahuan saya pagelaran Formula E tidak pernah ada yang untung, coba sini kasih data," ucap dia.

Ia pun tetap berharap Gubernur Anies Baswedan harus mengalokasikan dana banjir untuk keperluan warga Jakarta, agar banjir di ibu kota tak terjadi lagi.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Anggota DPRD DKI Jakarta Kenneth: Banjir di Jakarta Bukan 5 Tahunan Lagi Tapi Per Minggu"

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, Kompas.com/Ryana Aryadita Umasugi/Rindi Nuris Velarosdela)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Banjir di Jakarta Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Aktivitas Perekonomian Lumpuh
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved