Stunting di Majalengka

Banyak Masyarakat Alami Gizi Buruk Berkepanjangan, Kasus Stunting Majalengka ke 6 di Jawa Barat

Hal ini disampaikan, Bupati Majalengka, Karna Sobahi berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat, Rabu (26/2/2020).

Banyak Masyarakat Alami Gizi Buruk Berkepanjangan, Kasus Stunting Majalengka ke 6 di Jawa Barat
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Bupati Majalengka Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kabupaten Majalengka menjadi daerah dengan kasus stunting atau anak bertubuh pendek keenam di Jawa Barat.

Karena selama ini banyak masyarakat mengalami gizi buruk berkepanjangan (malnutrisi kronis) dan ditambah beberapa faktor yang mengakibatkan stunting.

Hal itu disampaikan Bupati Majalengka, Karna Sobahi berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat, Rabu (26/2/2020).

"Kami berada di urutan keenam tertinggi penderita stunting di Jawa Barat setelah Kota Tasikmalaya dengan angka persentase 30,2 persen. Untuk menekan angka penderita ini Pemerintah Kabupaten Majalengka mengintruksikan seluruh Puskesmas secara intens agar melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga," ujar Karna.

Bupati mengatakan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Majalengka memiliki peran yang kuat untuk mengatasi stunting tersebut.

Disampaikannya, terdapat delapan kabupaten/kota yang memiliki stunting tinggi, meliputi Kabupaten Garut, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Bandung Barat, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta dan Kota Tasikmalaya.

"IDI diharapkan mampu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten untuk ikut terlibat dalam menyosialisasikan program bebas stunting," ucapnya.

Inilah Amalan-amalan Sunah yang Baik Dilakukan di Bulan Rajab, Salah Satunya Puasa di Bulan Rajab

Reaksi Maia Estianty Saat Ahmad Dhani Ungkap Rahasia Lagu Cinta Kan Membawamu Diciptakan Untuknya

Masih kata Karna, yang terpenting dalam permasalahan ini, yakni semua bisa terlibat mengadvokasi masyarakat serta ibu hamil agar bersedia secara rutin memeriksakan diri ke dokter atau Puskesmas.

Agar, terhindar dari stunting yang sangat berisiko dan akan mengganggu perkembangan kognitif serta kemampuan belajar anak.

"Jadi anak yang pertumbuhannya terganggu akan lebih berisiko pada perkembangan kemampuan berpikir anak. Yang fatal lagi berdasarkan teori kesehatan stunting ini akan lebih berisiko mengalami penyakit kronis ketika dewasa kelak," jelas Bupati.

Oleh karena itu, masyarakat terutama ibu hamil diimbau untuk terus memeriksakan kesehatan diri dan kandungannya.

Sebelum Sidang Perdana, Nikita Mirzani Salat dan Nangis di Hadapan Anaknya, Nyai Sedih Karena Ini?

Ekstrak Sirsak Dapat Melawan Sel Kanker Payudara, Mengobati Penyakit Diabetes dan Rematik

Dengan cara tersebut, dirasa akan lebih bisa mencegah sebab dapat mengetahui kekurangan yang ada pada tubuh, seperti kekurangan gizi, zat besi, yodium atau kandungan lainnya.

Di samping itu, dapat memastikan data ibu hamil, data balita dan perkembangan kondisi tubuhnya guna memudahkan melakukan intervensi pada mereka.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved