Polisi Bekuk Penjual Satwa Dilindungi

Dua Pemuda Ini Ngaku Tak Tahu Kucing Hutan Satwa yang Dilindungi, Dipasarkan di Facebook, Minta COD

Dua pelaku berinisial AS (43) dan AD (28) kini harus berurusan dengan polisi setelah tertangkap saat hendak menjual hewan yang dilindungi pemerintah.

Dua Pemuda Ini Ngaku Tak Tahu Kucing Hutan Satwa yang Dilindungi, Dipasarkan di Facebook, Minta COD
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
salah satu barang bukti hewan satwa jenis kucing hutan 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dua pelaku berinisial AS (43) dan AD (28) mengaku tak mengetahui bahwa kucing hutan atau Meong Congkok termasuk hewan yang dilindungi.

AS dan AD memposting foto kucing hutan di akun media sosial pribadi miliknya dengan cara menarik pembeli untuk bertransaksi secara Cash On Delivery (COD) atau bayar di tempat.

"Saya tidak mengetahui hewan itu hewan yang dilindungi, makanya saya hendak jual," ujar AS yang hendak menjual hewan satwa jenis kucing hutan atau Meong Congkok (Prionailurus Bengalensis) saya diintogasi oleh kepolisian, Selasa (25/2/2020).

AS mengaku, ia mendapatkan satwa itu di samping rumahnya yang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka beberapa waktu lalu.

Ia sempat memelihara hewan tersebut sebelum terpikir untuk menjualnya di media sosial Facebook.

"Mereka sempat memelihara hewannya sebelum akhirnya mau dijual dan mereka sudah sampai tahak negosiasi kepada para pembeli," ucap Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin.

Sementara pelaku lainnya, AD (28) warga dari Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang juga sempat memelihara hewan satwa jenis burung Alap-alap Jambul (Accipiter Trivirgatus).

Namun, karena tak sanggup membeli pakannya, ia pun terpikir untuk menjualnya.

"Kedua tersangka, berikut sejumlah barang bukti, sudah kita amankan di Mapolres Majalengka, untuk dilakukan proses lebih lanjut," katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka akan dijerat pasal Pasal 21 ayat 2 huruf (a) jo Pasal 40 ayat 2 Undang undang RI No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

"Selanjutnya, untuk semua barang bukti satwa langka tersebut, kita serahkan ke BKSDA Jawa Barat, yang nantinya akan dilepas liar ke habitatnya," jelas dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved