Breaking News:

Human Interest Strory

Tinggal di Rumah Tak Layak Huni & Sering Banjir, Nenek 76 Tahun Rawat Cucunya yang Gangguan Mental

Tapi keadaan bangunannya mengkhawatirkan. Atapnya seperti akan roboh, lantai terlihat kotor

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Lutfi Ahmad Mauludin
Edah (76), warga Kampung Bojongasih, Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tinggal bersama anak dan cucunya di rumah yang tak layak huni. 

Ketika dilihat kamar yang dimaksud Edah, terlihat sangat tidak layak, dengan pakaian yang berserakan terdapat barang perabotan seperti baskom, hingga kompor minyak.

Yeti Siksa Suaminya yang Lumpuh Secara Brutal, Jengkel Suami Cerewet, Emosional: Saya Enggak Tahan

Telat Dijemput, Anak Diculik dan Dibunuh Dimasukkan Kantung Plastik Sampah, Penculik Terekam CCTV

Baru 40 Hari Anak Sulungnya Meninggal, Pasutri Asal Blitar Ini Kehilangan Anak Lagi, Jatuh ke Parit

Jangan berpikir lantai dua rumah yang seperti biasanya. Untuk menuju kamar tersebut juga cukup sulit, dengan lantai dialasi oleh palet dan harus menaiki tangga yang menukik dan sempit yang terbuat dari kayu.

Edah mengaku, sehari-hari untuk makan kerap diberi oleh para tetangganya, termasuk oleh Ketua RW 14, Wawan.

"Alhamdulillah kangge tuang sok aya nu masihan (untuk makan suka ada yang ngasih). Upami hujan trus banjir, nya calik we di luhur teu turun-turun komo mun cai na ageung (Kalau hujan lalu banjir diam di atas gak turun-turun," ujar Edah.

Edah memaparkan, kalau banjir bersama anak dan cucunya lebih memilih diam di kamar tersebut. 

"Untuk makan juga suka ada dari tetangga, ada yang nganterin, kalau ada yang manggil nyuruh ambil makanan, paling ibunya Ujang yang mengambil," kata dia.

Edah mengatakan, yang suka memberinya makanan selain tetangga di dekat rumahnya, yakni Acim dan orang-orang dari komunitas Munding Dongkol.

"Alhamdulillah ari tuang mah aya wae, kalau terjadi banjir emak mah, hanya bisa ngadoa we hungkul," tuturnya.

Edah mengaku, sangat menyayangi cucunya yang dikenal warga setempat dengan sebutan Ujang Tower. Panggilan tersebut karena Ujang pernah manjat ke puncak tower hingga menggegerkan warga.

"Asalkan bisa berobat si ujang, Emak mah teu sawios tuang sangu hungkul jeng uyah ge. Nu penting si Soleh tiasa berobat," kata dia

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved