MD KAHMI Indramayu Minta Masyarakat Melek Anggaran Daerah, Aktif Kawal Pembangunan

Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Indramayu meminta masyarakat melek anggaran daerah.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Sebanyak 50 peserta saat mengikuti Pelatihan Politik Anggaran di aula Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, Senin (24/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Indramayu meminta masyarakat melek anggaran daerah.

Hal tersebut disampaikan Koordinator MD KAHMI Kabupaten Indramayu MT Romli Hamim dalam Pelatihan Politik Anggaran di aula Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, Senin (24/2/2020).

MT Romli menegaskan, setidaknya ada tiga hal yang mesti menjadi perhatian masyarakat, yakni komitmen penyelenggaraan negara, penggunaan anggaran sesuai kebutuhan dan integritas.

"Politik anggaran ini isu yang sangat sentral karena menyangkut kebijakan pembangunan daerah," ujar dia.

Sedikitnya ada sekitar 50 peserta yang mengikuti pelatihan politik anggaran tersebut. Mereka diharapkan mampu menjadi jembatan masyarakat dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Indramayu.

Disebutkan MT Romli, baik dari sisi pelaksanaan pengawasan dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran daerah.

"Kita harapkan sebesar-besarnya anggaran daerah ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Indramayu bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Iin Indrayati mengatakan, dalam penggunaan anggaran daerah ini terdapat regulasi, prinsip, pertimbangan, proses hingga tahapan penganggaran.

Seluruh tahapan tersebut memiliki jangka waktu dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, yakni mulai dari Musyawarah tingkat desa hingga nasional.

Selain itu penyusunan anggaran juga harus sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

"Jadi tidak ada proses yang instan, kita merencanakan anggaran tahun ini untuk tahun berikutnya dan seterusnya," ucap dia.

Dirinya berharap adanya kegiatan ini masyarakat bisa turut berkontribusi dan berperan aktif dalam menyampaikan gagasan demi kemajuan daerah.

"Partisipasi masyarakat merupakan faktor penting sehingga sangat dibutuhkan," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved