Diguyur Hujan Seharian, Bendung Rentang Jatitujuh Masih Status Aman Walau Debit Air Naik
di Bendung Rentang sendiri ada tiga kriteria status bahaya jika debit air mengalami kenaikan yang signifikan.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Hujan yang terus mengguyur di wilayah Kabupaten Majalengka dari Senin (24/2/2020) dini hari hingga siang hari mengakibatkan debit air di Bendung Rentang Jatitijuh mengalami kenaikan.
Meski masih tergolong aman, debit air tersebut naik hingga 357,715 meter kubik per detik.
Koordinator Lapang (Korlap) Bendung Rentang, Dadi Supriyadi mengatakan pada pukul 09.00 WIB pagi tadi, debit air di Bendung Rentang terus naik.
Dari catatan yang pihaknya lakukan, pada pukul 12.00 WIB siang tadi, pencapaian debit air hingga 357,815 meter kubik per detik.
Sedangkan, rata-rata debit air yang terjadi di Bendung Rentang sendiri, di kisaran 190 meter kubik per detik.
"Kami catat, pada pukul 09.00 WIB pagi tadi debit air mencapai 220,997 m³/detik. Nah tadi siang, sekitar jam 12.00 WIB debit air terus naik hingga 357 m³/detik," ujar Dadi saat dihubungi Tribuncirebon.com, Senin (24/2/2020).
Dadi menjelaskan, meski terus mengalami kenaikan akibat curah hujan yang tergolong deras, kondisi debit air masih tergolong status aman.
"Alhamdulilah, masih dalam status aman. Masih jauh menuju ke status waspada," ucapnya.
Masih dijelaskan Dadi, di Bendung Rentang sendiri ada tiga kriteria status bahaya jika debit air mengalami kenaikan yang signifikan.
Disampaikannya, ada status waspada, siaga dan awas.
"Kalau waspada debit airnya mencapai 600 m³/detik, kalau siaga 900 m³/detik, dan kalau awas sampai 1200 m³/detik," kata Dadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/bendung-rentang-jatitujuh-kering.jpg)