Info Kesehatan

Cara Mengobati Tekanan Darah Tinggi Pakai 6 Bahan Herbal Rumahan Ini, Mudah Didapat & Tak Ribet

Beberapa bahan herbal rumahan yang ternyata ampuh mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Via alodokter.com
Ilustrasi tekanan darah tinggi 

Sebagian kecil coklat hitam akan membantu mengendalikan tekanan darah

Di samping itu, konsumsi makanan dengan nutrisi yang tidak terjaga, berpotensi untuk memperburuk kondisi penyakit yang diderita.

Banyak orang mengabaikan jumlah kalori di dalam makanan yang disantapnya.

Selain sulit untuk meraih berat badan ideal, hal tersebut bisa berdampak buruk bagi mereka yang memiliki hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Padahal, menjaga berat badan ideal ataupun mengurangi berat badan, dapat membantu penderita mengontrol tekanan darah tinggi.

Tanda-tanda Tubuh Kelebihan Gula Ini Sering Disepelekan, Jangan Sampai Anda Terkena Diabetes

Dilansir dari Laman Alodokter, berikut 4 makanan yang menjadi  pantangan bagi para penderita darah tinggi

1. Makanan mengandung lemak jenuh dan lemak trans

Lemak jenuh dan lemak trans merupakan dua musuh utama yang menjadi pantangan darah tinggi.

Salah satu makanan yang banyak disukai yang yang kaya akan lemak jenuh adalah kulit ayam.

Selain itu, beberapa jenis makanan kaya lemak jenuh termasuk daging merah, mentega, dan susu tinggi lemak.

Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans bisa berdampak buruk bagi penderita tekanan darah tinggi.

Keduanya dapat meningkatkan kandungan LDL atau kolesterol jahat.

Melonjaknya kadar kolesterol jahat menjadikan kondisi penderita tekanan darah tinggi semakin memburuk, dan rentan terkena penyakit jantung koroner.

SEGUDANG Khasiat Air Rebusan Daun Salam, Penyakit Asam Urat, Kolesterol Tinggi, Batu Ginjal Minggat

2. Makanan kemasan

Pizza yang dibeli dalam kemasan beku, umumnya lebih berisiko karena ditambahkan lebih banyak garam dibanding pizza yang langsung disantap.

Padahal garam dan natrium sangat berbahaya jika dikonsumsi berlebihan bagi penderita darah tinggi.

Selain itu, makanan dalam kemasan yang juga perlu diperhatikan konsumsinya termasuk sup atau saus dalam kemasan.

Dalam satu kaleng sup kemasan mengandung natrium hingga 900-2.000 mg.

Disarankan untuk mengonsumsi sup atau saus rendah garam yang dibuat sendiri dari bahan-bahan segar.

3. Kopi dan minuman berkafein lainnya

Tak hanya makanan yang menjadi pantangan penderita tekanan darah tinggi, ada juga minuman yang perlu menjadi perhatian, yaitu kopi, teh, dan soda.

Ketiga minuman tersebut mengandung kafein yang dapat berkontribusi buruk bagi penderita hipertensi.

Kafein adalah zat yang mampu menaikkan kadar tekanan darah secara sementara.

Penderita tekanan darah tinggi sebaiknya menanyakan kepada dokter apakah perlu membatasi minuman berkafein atau tidak.

Asal Konsisten, Bopeng Bekas Jerawat di Wajah Bakal Minggat, Cukup Pakai 5 Bahan Alami dan Murah Ini

Tapi, alangkah baiknya membatasi minuman tersebut hanya 200 mg per hari.

Jumlah tersebut setara dengan secangkir kopi racik (brewed coffee) dengan kapasitas 355 ml.

4. Acar

Mungkin banyak yang menyukai makanan yang dilengkapi dengan acar sayuran.

Namun, biasanya agar tahan lama dan enak, acar biasanya diberi garam.

Tentu kandungan garam berlebihan dapat berefek buruk bagi kesehatan penderita hipertensi.

Sebagai langkah antisipasi, acar yang bisa dijadikan pilihan adalah acar mengandung garam di bawah 100 miligram.

Bagi penderita tekanan darah tinggi, menjalani gaya hidup sehat adalah salah satu kunci untuk memelihara tekanan darah tetap stabil.

Konsultasikan dengan dokter untuk mendapat rekomendasi pola makan yang tepat bagi penderita tekanan darah tinggi.

Selain menghindari beragam makanan pantangan darah tinggi di atas, penderita hipertensi juga perlu berolahraga teratur, menurunkan berat badan yang berlebih, dan mengelola stres dengan baik.

Pengobatan hipertensi penting untuk mengurangi risiko kematian karena biasanya berhubungan dengan penyakit jantung.

Obat darah tinggi pun harus dikonsumsi rutin dan tepat dosis untuk manfaatnya bisa dirasakan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk diagnosis tekanan darah tinggi?

Hipertensi didiagnosis melalui teknik tes tekanan darah.

Teknik ini harus dilakukan beberapa kali untuk memastikan hasil yang akurat.

Jika tekanan darah tinggi, dokter mungkin meminta kita untuk memeriksa kembali dan melacaknya berulang kali secara berkala.

Bila tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dalam pemeriksaan biasa, dokter akan mendiagnosis kita mengidap tekanan darah tinggi.

Jika kita menderita penyakit kronis, misalnya diabetes atau penyakit ginjal, dan tekanan darah lebih 130/80 mm Hg, kita juga terdiagnosis hipertensi.

Dokter akan meminta kita untuk berbaring terlentang untuk mengukur tekanan darah Anda.

Tekanan darah akan lebih rendah pada anak-anak daripada orang dewasa dan akan meningkat secara bertahap seiring bertumbuhnya anak.

Kita perlu bertanya kepada dokter untuk mengetahui lebih jelas tentang tekanan darah yang normal.

Perlu dipahami juga, hasil bacaan tekanan darah di dokter dan di rumah bisa berbeda.

Pasalnya, jika Anda merasa gugup setiap berada di rumah sakit atau di tempat praktik dokter, tekanan darah dapat naik pada setiap kunjungan.

Sehingga, tentu saja hasil yang terlihat dari pemeriksaan dokter pun menunjukkan tekanan darah yang tinggi.

Fenomena ini disebut juga “white coat hypertension”. Karena itu, dokter mungkin ingin mengukur tekanan darah kita lebih dari satu kali, dan jauh dari ruang praktik.

Ini akan membantu menentukan apakah kita hanya mengalami "white coat hypertension", atau kita benar-benar memiliki tekanan darah tinggi.

Jika kita memiliki "white coat hypertension", kemungkinan risiko tekanan darah tinggi bisa terus meningkat di masa depan.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa tekanan darah ke dokter atau ahli kesehatan lain setidaknya setiap 6-12 bulan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Cara Mengobati Darah Tinggi Pakai 6 Bahan Herbal Rumahan, Mudah Didapat dan Tak Perlu Ribet

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved