Demi Foya-foya, Oknum PNS Sumbar Nekat Gelapkan Duit APBD, Infak Masjid Rp 1,5 Miliar Juga Disikat

Akibat hujan deras yang terjadi pada, Rabu (19/2/2020) malam, mengakibatkan sebuah rumah milik warga di Kecamatan Lemahsugih, Majalengka roboh.

NET
Ilustrasi uang 

TRIBUNCIREBON.COM, PADANG - Demi foya-foya, seorang oknum Pegawai Negeri Sipil atau PNS Sekretariat Daerah Sumatera Barat, YR (45), diduga nekat menggelapkan dana sekitar Rp 1,5 miliar.

//

Dana yang digelapkan bersumber dari infak Masjid Raya Sumbar dan APBD Sumbar.

YR mengaku uang tersebut digunakan untuk kebutuhan keluarga dan foya-foya.

Inspektorat Sumbar menemukan dana yang digelapkan sebesar Rp 629 juta dari APBD, Rp 862 juta dari infak masjid Raya Sumbar dan Rp 56 juta dari pajak.

"Ada sekitar Rp 1,5 miliar yang digelapkan oknum ini. Dia adalah bendahara di Biro Bina Mental sekaligus merangkap bendahara Unit Pelaksana Zakat dan bendahara Masjid Raya Sumbar yang dikelola Pemprov Sumbar," kata Kepala Inspektorat Sumbar, Mardi yang dihubungi wartawan, Kamis (20/2/2020).

 Hamil Besar, Binjuw yang Jadi Tersangka Kasus Wedding Organizer di Cianjur Tak Ditahan

Mardi mengatakan, dugaan penggelapan tersebut berawal pada Mei 2019 ketika ada kecurigaan dari Pelaksana Tugas Kepala Biro Bina Mental, Jumaidi terhadap adanya transaksi dari rekening UPZ ke rekening masjid Raya Sumbar sebesar Rp 350 juta.

Transaksi itu dilaporkan ke Inspektorat untuk ditindaklanjuti. Kemudian tim Inspektorat turun dan menemukan dugaan penggelapan dana tersebut.

"Untuk di UPZ itu aman dan sudah diselesaikan. Namun untuk kas APBD dan kas masjid ditemukan bermasalah dan belum bisa diselesaikan," kata Mardi.

Setelah itu, hasil laporan tersebut diserahkan ke Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Halaman
12
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved