Koki di Medan Ini Pesan Ganja dari Inggris Buat Bumbu Masakan, Disergap Polisi Saat Terima Paket

pihaknya kemudian memeriksanya dengan alat pemindai X-Ray. Tak hanya itu, petugas melakukan pemeriksaan fisik terhadap isi paket tersebut.

(KOMPAS.COM/DEWANTORO)
Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumut, AKBP Ronny Nicholas menunjukkan bungkus ganja yang dipesan oleh EO (21) dari Inggris. EO mengaku sebagai chef dan mengimpor 23,1 gram ganja untuk bumbu masak. Dia ditangkap oleh tim gabungan dari Bea Cukai Kuala Namu dan Polda Sumut. 

TRIBUNCIREBON.COM - EO (21), seorang koki di Medan, Sumatera Utara, ditangkap lantaran memesan ganja seberat 23,1 gram dari Inggris.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Kualanamu Elfi Haris mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari kecurigaan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayana Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Kualan Namu terhadap sebuah paket barang di dalam CN (Consignment Note) berupa children hat, Senin (17/2/2020) siang.

Dari kecurigaan itu, pihaknya kemudian memeriksanya dengan alat pemindai X-Ray. Tak hanya itu, petugas melakukan pemeriksaan fisik terhadap isi paket tersebut.

"Saat uji tes dengan narcotest dan dilanjutkan ke Balai Laboratorium Bea dan Cukai (BLBC), hasilnya delta-9-tetrahydrocannabinol (ganja). Kategorinya ganja, beratnya 23,1 gram," katanya.

Karena pemilik barang tak ditemukan, Tim Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Kualanamu berkoordinasi dengan Polda Sumut.

Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumut AKBP Ronny Nicholas Sidabutar mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari Bea dan Cukai serta Kantor Pos itu polisi bergerak melakukan pengungkapan.

"Ketika sampai di Polda kami sharing, kita gunakan teknik penyelidikan yang diatur dalam UU, dengan control delivery (CD) ke alamat penerima di Jalan Sutrisno, Medan, sehingga tersangka mengakui paket tersebut miliknya yang dipesannya melalui situs online," ujarnya. 

Cek 10 Gejala Gagal Jantung yang Jarang Disadari, Anda Harus Waspada Sebelum Terlambat

Perempuan Warga Belanda Ini Mencari Orang Tua Kandung di Jakarta, Alamat Rumah Sudah Berubah

Lowongan Kerja di PLTU 2 Cirebon, Butuh 5.000 Tenaga Kerja, Sudah Rekrut 1.600 Warga Lokal

Di hadapan petugas, EO mengaku menggunakan barang haram tersebut digunakan untuk bahan masakan.

"Pengakuan yang bersangkutan, sering menggunakan barang tersebut ketika kuliah di luar negeri. Kalau interview menurutnya di sana itu dalam kadar tertentu informasinya boleh. Tapi di Indonesia tidak. Seberat apapun dilarang," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat UU RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU Nomor 10/1995 tentang Kepabeanan Pasal 102 huruf H yakni berkaitan dengan penyelundupan di bidang impor, dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda paling Rp 5 miliar.

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved