Dana BOS

Susah Payah Cari Duit untuk Menalangi Dana BOS, Kepala Sekolah di Garut Terpaksa Gadaikan BPKB Mobil

keterlambatan pencairan dana BOS membuat sejumlah kepala sekolah tidak hanya terpaksa meminjam dana talangan ke koperasi

NET
Ilustrasi uang 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kisah getir para kepala sekolah dan tenaga pengajar yang sampai rela mengorbankan harta gara-gara dana bantuan operasional sekolah (BOS) terlambat cair bukan isapan jempol.

//

Mereka menggadaikan barang dan mencari utangan. Beruntung, mulai tahun ini, semua kesulitan itu berakhir.

Adapun dana BOS tahap pertama, yang biasanya baru sampai ke rekening sekolah Maret atau April, atau terlambat beberapa bulan dari yang seharusnya, yakni awal Januari, tahun ini sudah sampai ke rekening sekolah pertengahan Februari.

Sebelumnya, keterlambatan pencairan dana BOS membuat sejumlah kepala sekolah tidak hanya terpaksa meminjam dana talangan ke koperasi tapi ada juga yang terpaksa menggadaikan emas, sertifikat rumah, atau surat-surat kendaraan bermotornya.

Kepala SMPN 34 Bandung, Asep Hidayat, mengatakan, keterlambatan pencairan dana BOS bukan sesuatu yang baru.

Tahun ini, keterlambatannya sudah lebih dari sebulan.

Akibatnya, untuk kebutuhan operasional mendesak seperti membayar listrik, telepon, air, gaji guru honorer, dan beberapa lainnya, sekolah terpaksa mencari dana talangan.

 Pemukulan Siswa di SMAN 12 Bekasi, Disdik Jabar Beri Sanksi, Copot Jabatan Wakil Kepala Sekolah

 Jelang Masa Liburan Usai, Bupati Majalengka Resmi Lantik 115 Kepala Sekolah

Beruntung, kata Asep, di sekolahnya ada koperasi guru yang bisa memberikan dana talangan setiap kali dana BOS terlambat.

Menurut Asep, ini menjadi solusi yang sangat membantu daripada harus meminjam ke bank yang bunganya tinggi dan harus menyertakan agunan.

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved