Sepuluh Bocah di Ciamis Terseret Banjir Bandang, 9 Orang Berhasil Selamatkan Diri, Seorang Hilang

Penyisiran sudah dilakukan sejauh 2 km dari lokasi kejadian. Tapi belum membuahkan hasil,

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ilustrasi pencarian korban terseret banjir di Sungai Cimanuk. 

Laporan Wartawan Tribun, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS - Sepuluh bocah asal Desa Sukajadi Kecamatan Pamarican yang sedang mandi di Sungai Ciputrahaji (anak Sungai Ciseel) di Blok Sukamukti Minggu (16/2) sekitar pukul 11.00 terseret arus sungai yang mendadak besar (caah dengdeng).

Sembilan korban berhasil menyelematkan diri, namun nahas bagi Alfan Nursita (12). Murid kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sukajadi tersebut tak berhasil menyelamatkan diri, terseret arus Ciputrahaji yang mendadak deras.  

Upaya yang dilakukan warga bersama berbagai potensi SAR yang melakukan pencarian sampai Minggu (16/2) petang belum membuahkan hasil.

“Pencarian dilanjutkan hari ini. Tapi sampai siang ini korban belum ditemukan,” ujar Yayan Babeh, relawan SAR Satgas Pusdalops BPBD Ciamis kepada Tribun Senin (17/2) siang menjelang pukul 11.30.

Warga dibantu 24 orang relawan potensi SAR dari BPBD Ciamis, BPBD Banjar, Tagana Ciamis dan Tagana,  PMI Ciamis dan PMI Banjar, Basarnas Pos Tasikmalaya, SAR MTA, Scout Rescue, potensi SAR Pangandaran, TNI/Polri, Banser Pamarican melakukan pencarian gabungan dengan menggunakan empat perahu karet.  

“Penyisiran sudah dilakukan sejauh 2 km dari lokasi kejadian. Tapi belum membuahkan hasil,” katanya.

Tenggelam di Kolam

Sementara itu pada hari yang sama, Minggu (16/2) sekitar pukul 14.00, warga menemukan dua bocah laki-laki tenggelam di kolam milik Ilyas (75) di Dusun Cidewa Desa Dewasari  Kecamatan Cijeungjing. Masing-masing N Azka Setiawan (6) dan M Noval Fadil Mutaqien (7) warga Dusun Cidewa yang juga murid MI di Dewasari. Kedua korban sempat dibawa ke RSU Ciamis namun nyawanya tak tertolong lagi.

Komandan TNI di Medan Selingkuh hingga Nikah Siri dengan Istri Orang, Nasibnya Berakhir Miris

Lowongan Kerja di PLTU 2 Cirebon, Butuh 5.000 Tenaga Kerja, Sudah Rekrut 1.600 Warga Lokal

Waktu kejadian kedua korban ikut orang tuanya yang lagi mempersiapkan benih padi untuk ditanam (nandur). Namun-namun tiba-tiba menghilang, orang tua korban sempat menduga anaknya tersebut pulang duluan ke rumah.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved