Viral Media Sosial

Kisah Perjuangan Guru Gendong Bayi di Jalan Berlumpur Saat Menuju Sekolah Terpencil di Aceh Timur

Guru itu berjalan kaki sambil menggendong bayinya, karena ia turun dari sepeda motor (sepmor) yang dikendarai suaminya.

Foto: Tangkap layar Facebook
Perjalanan guru SMP 4 Pante Bidari, menuju sekolah tempat mereka mengajar, di Gampong Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur. 

Karena belum memiliki akses internet, jelas Kepsek, siswa SMP 4 Pante Bidari, selama ini mengikuti UNBK di SMP Pante Bidari Lhok Nibong.

Sepuluh Bocah di Ciamis Terseret Banjir Bandang, 9 Orang Berhasil Selamatkan Diri, Seorang Hilang

Tukang Gali Kubur Makam Lina Datangi Teddy, Berani Bicara Begini, Nama Rizky Febian Disebut-sebut

Lulusan SMP 4 Pante Bidari ini juga tergolong berprestasi.

Karena, berhasil melanjutkan pendidikan ke sejumlah sekolah ternama di Aceh.

Karena siswa SMP 4 Pante Bidari, belum mencapai 60 orang.

Sehingga belum memenuhi syarat untuk mendapatkan program afirmasi, yaitu satu siswa mendapatkan satu tablet.

Keterbatasan siswa inilah, salah satu faktor SMP 4 tidak memenuhi juknis untuk mendapatkan berbagai program dari Kemendikbud untuk sekolah daerah terpencil.

Harapan lain, disampaikan Islahuddin, agar Pemkab Aceh Timur, membangun sarana jalan menuju daerah terpencil itu.

ZODIAK CINTA Besok, Selasa 18 Februari 2020, Aquarius Ungkapkan dan Jangan Sembunyikan Perasaanmu

Breaking News: Buntut Hujan Deras, Empat Kecamatan di Kabupaten Cirebon Terendam Banjir

Agar akses warga turun ke pusat kecamatan Lhok Nibong, mudah dijangkau.

Selama ini, akses warga di daerah pedalaman itu lebih dekat ke Lokop dan Tanah Merah, Aceh Utara.

Melalui jalur sungai menggunakan boat. 

Maret 2018 lalu, SMP 4 Aceh Timur, menjadi pusat kegiatan program mengedukasi anak negeri (MeAN) yang digelar oleh masyarakat SM3T bekerjasama dengan Guru Garis Depan. (*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Gendong Bayi di Jalan Berlumpur, Perjuangan Guru Menuju Sekolah Daerah Terpencil di Aceh Timur

Editor: Mumu Mujahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved