Breaking News:

Kisah KH Maimun Zubair atau Mbah Moen soal Kelahirannya, Ibunya Dulu Minum Air yang Diludahi 3 Kiai

Tokoh sepuh Nahdlatul Ulama yang juga tokoh PPP itu wafat di Tanah Suci Makkah Almukarromah, Selasa (6/8/2019) lalu.

Editor: Fauzie Pradita Abbas

Tapi dianggap sebagai muktamar ke 1. Kemudian tahun 1927 juga sama, kemudian 1928 sudah ada cabang. Tahun 1928 Akhirnya akan diadakan Muktamara di Jateng," tutur Mbah Moen.

Sampai kemudian Mbah Moen bercerita tentang tiga ulama alim pendiri Nahdlatul Ulama. Mereka adalah KH Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syamsuri. 

Ketika akan berlangsung muktamar tahun 1928, ketiga kiai hebat itu berangkat dari Surabaya ke Semarang.

Lalu mereka singgah di rumah buyut Mbah Moen, namanya Kiai Su'aib di daerah Sarang.

"Alhamdulillah, kiai 3 tadi merundingkan atas kembalinya Kiai Muhaimin menjadi orang Jombang, yang akhirnya dikawin oleh Nyai Khoiriyah, jandanya Kiai Ma’sum Ali. Itu perundinagn diadakan di Sarang.

Alhamdulillah, kiai ketiga itu meludahi gelas yang ada airnya, kemudian diminum ibu saya, dan tidak lama melahirkan saya. Ini terus terang saja, jadi saya ini NU-nya enggak bisa dipisahkan," tutur Mbah Moen.

Karena lahir dari karomah ketiga ulama NU itu, Mbah Moen pun merasa ia tidak bisa dipisahkan dari NU dan Gus Dur.

"Apa sebab saya dan Gus Dur itu tidak bisa dipisahkan. Saat Gus Dur mau ke Mesir, anehnya di tempat saya iminta dibacakan kitab Tadzkirah Imam Nawawi, berapa halaman, terus ke Mesir kemudian ke Irak, Dan akhirnya terjadi perubahan NU setelah Gus Dur terpilih jadi ketua umum PBNU, saya diangkat jadi Pengurus Besar NU, ini karena Gus Dur tadi," ujar Mbah Moen.

Sosok Penuh Kasih Sayang

Sosok Mbah Moen dikenang oleh putri ketiganya Nyai Hj Shobihah Maimun, sbagai orang yang penuh cinta dan kasih sayang. Ia menyebut ayahnya bukan cuma milik keluarga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved