Cerita Pilu Kepala Sekolah di Lampung, Pinjam ke Koperasi hingga Gadai Motor untuk Talangi Dana BOS

Wahyu mengaku, sampai pernah menggadaikan BPKD sepeda motornya untuk meminjam uang di Koperasi BMR di wilayahnya.

Cerita Pilu Kepala Sekolah di Lampung, Pinjam ke Koperasi hingga Gadai Motor untuk Talangi Dana BOS
NET
Ilustrasi uang 

TRIBUNCIREBON.COM - Sudah bertahun-tahun penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) telat.

Kepala sekolah pun harus putar otak untuk bisa menalangi biaya operasional sekolahnya.

Ada yang menalangi dengan uang pribadi, pinjam ke koperasi, bahkan sampai menggadaikan BPKB motor.

Wahyu Darma, Kepala SD Sidodadi Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, mengatakan, dana BOS selalu telat setiap tahun.

Padahal dana BOS itu digunakan untuk banyak hal.

Mulai dari membiayai uang semester, membeli alat tulis sekolah, membayar honor guru, termasuk kegiatan siswa seperti olimpiade, festival seni, hingga kegiatan olahraga yang sudah terjadwal.

"Ketika telat, kami harus berpikir keras mencari pinjaman agar operasional sekolah tetap berjalan sembari menunggu dana BOS cair," tuturnya, Rabu (12/2/2020).

Wahyu mengaku, sampai pernah menggadaikan BPKD sepeda motornya untuk meminjam uang di Koperasi BMR di wilayahnya.

Ayu Ting Ting Didoakan Celaka Pesawatnya Dihantam Badai, Umi Kalsum Murka: Tak Akan Saya Kasih Ampun

Pasien BPJS Kelas 3 Meninggal Ditelantarkan Pihak Rumah Sakit, Ibu Sang Pasien Menangis Histeris

Untuk operasional sekolah, kada Wahyu, triwulan pertama dan ketiga dibutuhkan sekitar Rp 5 juta-Rp 10 juta.

Namun untuk triwulan kedua bisa mencapai di atas Rp 10 juta.

"Kenapa biaya operasional triwulan kedua lebih besar, karena ada kegiatan OSN, O2SN dan FLS2N," papar Wahyu.

Halaman
1234
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved