Gara-gara Virus Corona, Kunjungan Wisatawan dari Cina Menurun, Potensi Kehilangan Rp 2,7 Triliun

pemerintah Indonesia untuk menanggulangi wabah virus corona yakni dengan melakukan antisipasi pengoptimalan dalam penggunaan termal scanner

Gara-gara Virus Corona, Kunjungan Wisatawan dari Cina Menurun, Potensi Kehilangan Rp 2,7 Triliun
TribunJabar.id/M Nandri Prilatama
Wapres KH Ma'ruf Amin didampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama melayani pertanyaan wartawan seusai pembukaan Kongres Nasional PHRI di Hotel Resinda Karawang, Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribun, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, KARAWANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio membenarkan adanya isu virus corona berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan mancanegara khususnya dari Cina yang datang ke Indonesia. Hal itu sangatlah terasa karena per hari wisatawan Cina bisa berjumlah 3.000 orang yang datang.

Saat ini, menurut Wishnutama kerugian yang dialami Indonesia perlu adanya penghitungan ulang karena hal tersebut menjadi anomali dan bukan sesuatu yang sederhana terlebih isu virus corona menjadi isu serius di dunia saat ini.

"Masa Februari hingga April ini sangat kritis (wisatawan) karena banyak orang yang melakukan pemesanan untuk musim panas antara Juni-Juli. Jadi, adanya isu virus corona kami berharap cukup berhenti di Cina saja tak usah menyebar ke daerah lain, misal Hong Kong atau negara lain," ujarnya di Hotel Resinda Karawang, Senin (10/2/2020).

Kesempatan sama, Wapres RI, KH Maruf Amin pun ikut mengeluarkan tanggapannya terkait hal ini. Menurutnya, pemerintah Indonesia untuk menanggulangi wabah virus corona yakni dengan melakukan antisipasi pengoptimalan dalam penggunaan termal scanner di Bandara dan pintu masuk wisatawan mancanegara, rumah sakit, dan pelayanan kesehatan lainnya, serta penghentian penerbangan ke Tiongkok per 5 Februari 2020.

"Kami lakukan itu untuk lindungi warga terhadap kemungkinan-kemungkinan yang tak diinginkan. Kami lakukan ini sudah sesuai standar WHO dan praktek Internasional. Jadi, kami perlu waspada melakukan pencegahan seperti menjaga lingkungan dan konsumsi makanan, serta menjaga pola hidup sehat," kata Maruf Amin di Hotel Resinda Karawang, Senin (10/2/2020).

Baru Diadopsi, Anjing Ini Malah Disantap Sampai Tak Tersisa oleh Si Tuan, Tulangnya pun Digerogoti

Polwan Cantik Ini Nyamar Jadi Pemakai Ikuti Bos Narkoba, Terjebak di Kamar Mandi hingga Takut Mati

Sebuah Truk dari Arah Cirebon Tabrak Bus Rosalia Indah di Tol Cipali, Sopir Truk Tewas Seketika

Maruf Amin pun meminta kepada perhimpunan hotel dan restauran se-Indonesia untuk melakukan inovasi-inovasi terkait penurunan wisatawan mancanegara pascaisu virus corona.

"Manfaatkan fasilitas hotel di saat long session. Kemas paket hotel dengan even atau atraksi bekerjasama baik dengan lembaga pemerintah atau komunitas. Dan manfaatkan digital platform untuk promosinya," kata Maruf Amin yang juga sekaligus mendukung penuh serta mengapresiasi ke PHRI yang telah meluncurkan Viwi Nusantara Shocking Deals 2020.

Kesempatan yang sama, Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani menyebut setelah adanya isu virus corona, Indonesia mengalami potensi kehilangan pendapatan sebesar 200 juta US Dolar atau Rp 2,7 triliun akibat 3.000 warga Tiongkok per hari yang batal ke Indonesia.

"Selama Januari sampai Februari atau imlek ini, Indonesia alami potensi kehilangan Rp 2,7 triliun yang seharusnya masuk jadi pendapatan negara karena warga Tiongkok per hari biasa masuk ke Indonesia 3 ribu per harinya," ujarnya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved