Warga Kesal Abrasi Sungai Cimanuk Tak Kunjung Diperbaiki, 8 Rumah Warga Majalengka Terancam

Oleh karena itu, warga berharap ada upaya tindak lanjut dari instansi berwenang untuk segera memperbaiki.

Warga Kesal Abrasi Sungai Cimanuk Tak Kunjung Diperbaiki, 8 Rumah Warga Majalengka Terancam
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kondisi sungai Cimanuk di Desa Randegan Wetan yang abrasi beberapa waktu lalu 

Laporan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Abrasi sungai Cimanuk yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, kini mengancam 8 rumah.

Oleh karena itu, warga berharap ada upaya tindak lanjut dari instansi berwenang untuk segera memperbaiki.

Kepala Desa Randegan Wetan, Ahmad Umbara mengatakan, abrasi itu mengancam 8 rumah yang berada di pinggir sungai.

Adapun, jelas dia, kejadian itu terjadi di dua blok, yakni Saluyu dan Bojong Seler dengan panjang masing-masing tanggul yang terkikis sekitar 50 meter dan 100 meter.

"Sedangkan jarak dari bibir sungai ke permukiman warga sudah sekitar 0,5 meter," ujar Ahmad, Sabtu (8/2/2020).

Ahmad menjelaskan, kondisi tersebut sudah terjadi kurang lebih 5 tahun sebelum dirinya menjadi kepala desa.

Disampaikannya, setiap tahun, jarak antara sungai dengan permukiman warga semakin dekat akibat air yang terus mengikis.

"Lokasi abrasi tersebut juga sudah ditinjau oleh bupati. Namun hingga kini, belum ada realisasi. Selain itu, pihak pemdes juga sudah melayangkan surat yang ditujukan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung," ucapnya.

Sementara, lanjut Ahmad, terkait pengajuan permohonan perbaikan di kedua lokasi itu, menurut BBWS wilayah yang merupakan tanggung jawabnya hany di Blok Saluyu yang abrasinya sepanjang 50 meter.

Sedangkan abrasi di Blok Bojong Seler, kewenangannya ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

"Surat sudah kita layangkan pada 12 Desember 2019 lalu dan surat sudah masuk ke BBWS dan tanggal 6 Januari 2020 ke PUTR. Karena waktu itu kewenangannya masih di PSDA bukan di PUTR," jelas Ahmad.

Dengan kondisi seperti itu, lebih jauh Ahmad menyampaikan, menyebabkan beberapa warga mengeluh, ssba.

Meski telah dikunjungi dan ditinjau namun tidak ada dampak yang berarti.

Diketahui, abrasi ini diakibatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sepanjang sungai Cimanuk tidak sanggup menahan terjangan arus sungai yang deras, yang menyebabkan abrasi.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved