Breaking News:

WNI Bekas Anggota ISIS Memohon Mau Pulang ke Indonesia, Jawaban 'Santuy' Jokowi Ini Isyarat Menolak?

Adapun Jokowi mengungkapkan dirinya tidak akan memulangkan WNI mantan anggota ISIS.Joko

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Istimewa
Presiden Jokowi 

Adapun Mahfud MD pun menjawab permasalahan berdasarkan argumen pribadinya, bukan sebagai Menko Polhukam.

Menurutnya, WNI yang sudah bergabung dengan ISIS tidak perlu dipulangkan karena berbahaya.

Mahfud mengatakan paspor para WNI yang menjadi anggota ISIS ini bisa dicabut, sehingga mereka tidak memiliki status kewarganegaraan. 

"Secara hukum bisa saja paspornya dicabut karena ia pergi secara ilegal kesana, kan bisa saja. Kita tidak tahu apakah mereka punya paspor asli atau palsu."

"Seumpama asli kalau pergi secara seperti itu tanpa ijin yang jelas dari negara ya mungkin paspornya bisa dicabut. Artinya dia tidak punya status kewarganegaraan," ungkapnya.

Ia menambahkan, banyak negara belum memulangkan warganya yang bergabung menjadi anggota ISIS. 

"Dan dari banyak negara yang punya FTF belum ada yang satupun menyatakan akan memulangkan. Ada yang selektif."

"Tapi pada umumnya tidak ada yang mau memulangkan teroris," imbuhnya.

Ngeri Lihat Kekejaman ISIS

Nada Fedulla, seorang warga negara indonesia (WNI) yang dibawa ayahnya yang menjadi anggota ISIS ke Suriah menangis menceritakan pengalaman pilunya. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved