VIDEO - HEBOH Disebut Candi, Ternyata Batu Susun di Blok Rompe Ini Batu Alam Biasa dari Lava Beku

Jenis batu susun yang berada di Blok Rompe tersebut kata Johan berupa batu susun kekar lembar (batu yang tersusun secara horizontal)

Laporan Wartawan Tribun, Andri M Dani
TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Batu susun di Blok Rompe di Dusun Sukaraharja RT 04/02 Desa Sukaraharja Kecamatan Lumbung Ciamis yang sempat diduga sebagai candi dan viral sejak Desember lalu ternyata berupa batu alam yang tersusun dalam bentuk yang unik. Keberadaannya tanpa sentuhan perdaban manusia.

Batu susun di Blok Rompe ini terbentuk dari proses alamiah pada ratusan ribu atau bahkan jutaan tahun lalu berupa pembekuan lelehan lava letusan gunung berapi kuno. Batuan beku (batu igneus) yang terjadi di atas permukan (tanah) sebagai batuan ekstruktif ( vulkanik).

“Kapan terbentuknya. Itu perlu penelitian lebih lanjutan untuk menentukan umur batuannya. Yang jelas batu susun ini terbentuk dari proses vulkanik, lava letusan gunung berapi yang membeku. Mungkin saja batu susun ini terbentuk dari letusan Gunung Sawal,” ujar Dr Ir Johan Arif, ahli geologi terapan dari FT-ITB kepada Tribun dan wartawan lainnya di lokasi batu susun Batu Rompe Desa Sukaraharja Kecamatan Lumbung Ciamis, Kamis (6/2).

TONTON VIDEO DI SINI:

Kamis siang tersebut Johan bersama tim yang dipimpin Dr Oman Abdurahman (Kepala Museum Geologi Bandung), serta Budimansyah dan Sigit, peneliti arsitektur sejarah melakukan pemeriksaan awal batu susun Batu Rompe . Batu susun tyang berada di Desa Sukaraharja tersebut sempat mengundang dugaan berupa peninggalan sejarah (candi) atau bukan.

Jenis batu susun yang berada di Blok Rompe tersebut kata Johan berupa batu susun kekar lembar (batu yang tersusun secara horizontal) dengan ketebalan lembaran sekitar 5 cm. Tapi sebelah timur sekitar 500 meter dari lokasi semula juga ditemukan batu susun kekar kolom (yang tersusun tegak vertical dengan tebal 10 meter).

“Jenis batunya berupa batu andesit. Jenis batu andesit ini mudah dibentuk atau dipahat , baik itu untuk prasasti, patung, arca dan hiasan lainnya. Juga sering dibentuk oleh penduduk untuk fondasi rumah panggung,” katanya.

Tempat Praktek Ningsih Tinampi Digeruduk Dinas dan Polda, Terungkap Pengobatannya Aliran Kepercayaan

Wali Kota Risma Buka Suara Soal Penghinaan Dirinya: Muka Saya Dibilang Jelek & Tak Layak di Jakarta

Iis Dahlia Pernah Labrak Seorang Pramugari Gara-gara Panggil Sang Suami dengan Panggilan Tak Biasa

Bukan tak mungkin pada zaman Kerajaan Galuh batu susun di Blok Rompe digunakan untuk pembuatan prasasti yang kini ditemukan di Situs Astana Gede Kawali.

Sementara Dr Oman Abdurahman, Kepala Museum Geologi Bandung menyebutkan keberadaan batu susun Blok Rompe ini lebih tua dari zaman Kerajaan Galuh. “Batu susun ini terbentuk secara alami, dari proses vulkanik. Mungkin ratusan ribu tahun atau jutaan tahun lalu. Bukan peninggalan sejarah,” ujar Oman, ahli geologi asal Desa/Kecamatan Lumbung Ciamis ini.

Meski bukan peninggalan sejarah, menurut Oman, batu susun Blok Rompe ini bisa dikembangkan jadi destinasi wisata. Keberadaan batu susun yang unik ini kan jarang ditemukan, bisa menjadi daya tarik wisata.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved