Oknum Guru MTs di Lembang Bandung Kirim Pesan Cabul via Grup WhatsApp, Ajak Siswa-nya Masturbasi

Seorang oknum guru di satu Madrasah Tsanawiah (MTs) di Lembang mengajak siswa laki-laki untuk melakukan. . .

Dok Tribun Manado
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Seorang oknum guru di satu Madrasah Tsanawiah (MTs) di Lembang mengajak siswa laki-laki untuk melakukan hal tak senonoh melalui grup pesan instan WhatsApp.

/

Korban yang merupakan siswa SMP itu diajak untuk melakukan masturbasi, namun ajakan tersebut gagal setelah satu di antara orangtua siswa membaca pesan ajakan dalam grup WhatsApp tersebut.

Ketua Yayasan MTs itu, Setiawan Moestaman, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada awal Desember 2018 dan sudah dianggap menjurus pada rencana untuk melakukan pelecehan seksual.

"Kejadiannya saat siswa sedang libur, kemudian ada orang tua siswa yang melapor ke kami, hingga akhirnya ajakan itu bisa diketahui," ujar Setiawan saat ditemui di Kantornya, Selasa (4/2/2020).

Ia mengatakan, setelah diketahui pihaknya memanggil orang tua siswa dan pelaku untuk melakukan mediasi. Namun berdasarkan pengakuan pelaku, ajakan tersebut hanya sebatas bercanda saja.

 Tak Mampu Bayar Setelah Main, Juru Parkir Ini Malah Cekik Seorang PSK hingga Tewas

Pihaknya memastikan, perlakukan pelaku terhadap korban itu, sejauh ini tidak sampai ke fisik, hanya tetap saja ada kekhawatiran dari orangtua siswa, sehingga pihak yayasan harus mengambil tindakan.

"Memang bercanda, tapi kalau perlakukannya tidak diketahui bisa saja kedepannya ajakan itu bisa terjadi," katanya.

Dalam mediasi itu, pihaknya melibatkan anggota kepolisian, TNI dan aparat desa. Hasilnya kedua belah pihak bisa berdamai, namun belakangan orangtua siswa berencana untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Tapi pengajar itu sudah kami berhentikan, kalau masalah hukum biar keluarga siswa saja, kami tidak bisa berbuat banyak," katanya.

 Kumpulan Ucapan Romantis Hari Valentine 14 Februari, Cocok Dikirim ke Pasangan atau Pasang di Medsos

Kapolsek Lembang Kompol Sutarman, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru terhadap siswanya itu.

"Betul, tapi sudah diselesaikan di desa. Permintaan gurunya (pelaku) dikeluarkan dari sekolah," katanya.

Untuk saat ini, pihaknya belum bisa melakukan proses hukum terhadap pelaku, karena pihak keluarga korban belum melaporkan adanya kejadian tersebut.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved