Kadisdik Majalengka Khawatir Wacana Penghapusan Tenaga Honorer Berdampak pada Kualitas Belajar Siswa

Pasalnya, beredar isu tentang penghapusan tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintahan.

Kadisdik Majalengka Khawatir Wacana Penghapusan Tenaga Honorer Berdampak pada Kualitas Belajar Siswa
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Ahmad Suswanto 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Ahmad Suswanto mengkhawatirkan wacana penghapusan tenaga honorer berdampak pada kualitas belajar siswa di seluruh sekolah.

Pasalnya, beredar isu tentang penghapusan tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintahan.

Tentunya, hal ini menuai kontroversi dari sejumlah pihak.

"Khawatirnya, kalau memang yang dihapuskan ini adalah tenaga honerer guru, saya yakin akan bermasalah pada proses belajar mengajar di sekolah dikarenakan kekurangan guru," ujar Ahmad, Selasa (4/2/2020).

Namun, dirinya mengaku soal wacana itu, pihaknya belum mendapat aturan terkait penghapusan tenaga honorer dari pemerintah pusat.

"Artinya, sejauh ini belum ada juklak, juknisnya, khususnya tenaga guru honorer tetap melaksanakan tugas belajar mengajar, karena sampai saat ini khusunya Disdik kabupaten Majalengka sendiri belum menerima aturan tentang penghapusan tenaga honorer," ucapnya.

Ahmad menjelaskan, untuk tenaga honorer sendiri, ada dua kriteria yang bertugas di dalam dinas yang berhadapan dengan alun-alun Kabupaten Majalengka tersebut.

Yakni, tenaga honorer kependidikan dan honorer guru.

Mamah Muda Gantung Diri Depan Bayi hingga Menangis Kencang, Korban Sempat Video Call dengan Suami

Teddy Ungkap Foto-foto Pernikahannya dengan Lina, Ia Bantah Nikah Siri dan Tak Disetujui Keluarga

"Jika berbicara dengan honorer guru, betapa bermasalahnya. Pasalnya, jika honorer guru diberhentikan, Kabupaten Majalengka sendiri sejauh ini masih membutuhkan honorer guru lantaran banyak guru yang pensiun," jelas Ahmad.

Lebih jauh Ahmad mengatakan, apalagi jika berbicara estimasi pada tahun 2020-2022 mendatang, setidaknya ada 2.300 guru memasuki masa pensiun.

Sementara, dengan jumlah itu Pemerintah tidak mengangkat tenaga honorer guru menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Sampai sekarang saja masih kekuarangan guru, bagaimana nanti pada 2021-2022. Jelas tentunya akan dilema bagi kami Disdik Kabupaten Majalengka, seandainya kalau tenaga guru honorer harus diberhentikan, nantinya pasti akan banyak sekolah- sekolah yang kekurangan guru," katanya.

Dengan demikian, Ahmad berharap seandainya isu penghapusan guru ini benar terjadi, Pemerintah harus mempertimbangkan dan meninjau lagi tenaga honorer yang harus dihapuskan.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved