Volume Air Situ Cijingga Majalengka Terus Menyusut hingga 14 ribu Meter Kubik, Pasokan Air Berkurang

Kepala Desa Mekarjaya, Carsono mengatakan biasanya Situ Cijingga ini menampung debit air hingga 15 ribu meter kubik.

Volume Air Situ Cijingga Majalengka Terus Menyusut hingga 14 ribu Meter Kubik, Pasokan Air Berkurang
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Situ Cijingga yang berada di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Volume air Situ Cijingga yang berada di Dusun Kertamulya, Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka menyusut hingga ribuan meter kubik.

Padahal, saat ini di Kabupaten Majalengka sendiri sedang memasuki musim penghujan.

Kepala Desa Mekarjaya, Carsono mengatakan biasanya Situ Cijingga ini menampung debit air hingga 15 ribu meter kubik.

Namun, memasuki musim panen pertama ini, situ yang memiliki luas 14 hektare itu hanya menampung sekitar 1000 meter kubik.

"Biasanya Situ Cijingga ini bisa menampung debit air 15 ribu meter kubik, untuk sekarang ini jangankan 15 ribu, paling kita lihat sekarang itu cuma bisa menampung 1000 meter kubik air," ujar Carsono kepada Tribuncirebon.com, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, berkurangnya volume air di situ tersebut, disebabkan adanya pendangkalan permukaan tanah akibat sedimentasi.

Akibatnya, selain debit tampung air berkurang, lahan pesawahan yang ada di sekitarnya kekurangan pasokan air.

Lahir Secara Caesar, Rumah Sakit Pastikan Pasien yang Lahiran di Tanggal Cantik Sesuai Prosedur

Hendak Pulang Kampung Setelah Terima Gaji, Suwarno Malah Beneran Pulang untuk Selamanya

"Saya rasa situ ini harus dinormalisasi, karena pasokan airnya kurang. Sehingga mengganggu kebutuhan pertanian yang ada di sekitar situ tersebut," ucapnya.

Dengan demikian, Carsono menyampaikan, dirinya berharap kepada Pemerintah Daerah maupun Pusat untuk segera mengambil tindakan normalisasi.

Sehingga, para petani yang paling merasakan dampak dapat memanfaatkan Siti tersebut dan pesawahannya tidak mengalami gagal panen.

"Hamparan kami, segera uapayakan normalisasi, untuk bisa dimanfaatkan debit airnya oleh masyarakat banyak terutama masyarakat petani kami, aplaagi kita bisa lihat selain area pesawahan ada juga perkebunan buah yang butuh pasokan air," kata Kepala Desa yang baru menjabat 1 periode ini.

Seorang Dokter Cantik Tewas Bunuh Diri, Setelah Tahu Sang Suami Menerima Pesan Sayang dari Pria Lain

Daftar Harga HP Oppo Februari 2020: Mulai dari Oppo A5s Rp1,5 Jutaan hingga Oppo Find X Rp9,6 Jutaan

Sementara, salah satu Petani di Desa Mekarjaya, Eme (55) dirinya berharap kepada pihak yang berwenang untuk segera menormalisasi Siti Cijingga tersebut.

Pasalnya, sawahnya yang milik dirinya sangat membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan penanaman padi.

"Semoga cepat ditanggapi oleh Pemerintah, karena kami tidak menginginkan sawah kami gagal panen," jelasnya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved