Netizen Menghina Risma

Netizen Ini Bernyali Besar Menghina Wali Kota Surabaya Risma, Sedang Diburu, Jejaknya Ada di Jabar

Polda Jabar siap membantu mengungkap netizen yang diduga menghina Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini

Surya/Ahmad Zaimul
Kondisi Terkini Wali Kota Risma Pasca Dilarikan ke Rumah Sakit, Sampai Ditangani 15 Dokter 

"Di luar kota (Surabaya). Ya, di Jawa Barat," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran.

 Intip Keseruan Bridal Shower Isyana Sarasvati, Jelang Menikah dengan Rayhan Maditra, Segera Nikah!

Pakai Akun Zikria Dzatil

Polrestabes Surabaya sudah memeriksa sembilan saksi terkait kasus dugaan penghinaan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini oleh pemilik akun media sosial Facebook bernama Zikria Dzatil.

Kepala Polrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho mengatakan, kesembilan saksi itu meliputi pihak pelapor, masyarakat maupun LSM.

Polisi, lanjut dia, pemeriksaan saksi dilakukan untuk mendalami dan mencari tahu orang yang "bersembunyi" di balik akun Facebook bernama Zikria Dzatil.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera kita tindak lanjuti dan memprosesnya," tutur Sandi di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (28/1/2020).

Walikota Surabaya Tri Rismaharini di pertemuan BPK RI dengan anggota Asosiasi Badan Pemeriksa Keuangan Sedunia (INTOSAI) Working Group on Enviromental Auditing (WGEA) di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (17/7/2018),
Walikota Surabaya Tri Rismaharini di pertemuan BPK RI dengan anggota Asosiasi Badan Pemeriksa Keuangan Sedunia (INTOSAI) Working Group on Enviromental Auditing (WGEA) di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (17/7/2018), (Tribun Jabar/ Yongky Yulius)

Sandi mengatakan, polisi ingin menangani kasus tersebut dengan cepat. "Yang jelas, kami akan cepat memprosesnya. Ini untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, apalagi ini yang dilecehkan di media sosial adalah Wali Kota Surabaya," kata Sandi.

Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan ahli bahasa, ahli pidana dan ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Hal itu dilakukan untuk dapat memastikan bahwa unggahan akun Facebook bernama Zikria Dzatil yang diduga menghina Risma tersebut mengandung ujaran kebencian.

"Nanti ahli bahasa yang menentukan, apakah kata-kata itu masuk ujaran kebencian, fitnah. Kami sudah mencoba koordinasi dengan ahli bahasa," ujar Sandi.

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved