34 Bencana Alam Terjadi di Majalengka Selama Januari 2020

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat ada 34 bencana alam yang terjadi di Majalengka selama Januari 2020.

34 Bencana Alam Terjadi di Majalengka Selama Januari 2020
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kapolsek Maja, AKP Mulyono didampingi Danramil 1702 Maja, Kapten Sarna, meninjau lokasi longsor di Blok Mekarwati RT.04 RW.02, Desa Anggrawati, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Kamis (9/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat ada 34 kasus bencana alam terjadi di Majalengka selama Januari 2020.

Jumlah itu didominasi oleh bencana tanah longsor diikuti cuaca ekstrem dan banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Permana mengatakan, kriteria bencana didominasi oleh bencana di musim penghujan, seperti tanah longsor, abrasi, dan erosi aliran sungai.

Adapun rinciannya adalah 15 kali peristiwa tanah longsor, 5 erosi, 4 cuaca ekstrem, 2 banjir, 1 sambaran petir, pergerakan tanah, 1 kebakaran dan 5 kali kejadian lainnya.

"Dari peristiwa tersebut mengakibatkan 104 bangunan terdampak. Di antaranya 6 bangunan rusak berat, 6 bangunan rusak sedang, 12 bangunan rusak ringan, 66 bangunan lainnya juga rusak, dan 14 bangunan sempat terendam," ujar Agus, Sabtu (1/2/2020).

Agus mengungkapkan, peristiwa itu juga mengakibatkan adanya korban hingga meninggal dunia, 11 orang mengungsi dan 59 orang lainnya menderita pada saat peristiwa terjadi.

Menurut Agus, hal tersebut menjadi ultimatum tersendiri bagi Kabupaten yang disebut juga kota angin tersebut.

"Selama bulan Januari 2020, total ada 24 kepala keluarga dan 71 orang di dalamnya yang terdampak akibat bencana alam ini. 104 bangunan terdampak, dan 84 bangunan lainnya masih terancam,” ucapnya.

Mengingat masih akan berlangsungnya kondisi curah hujan yang tinggi hingga beberapa pekan ke depan, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada.

Terutama, kata dia, warga yang bermukim di kawasan zona merah bencana alam di kawasan di seluruh Kabupaten Majalengka.

"Mengantisipasi adanya potensi bencana alam, kami telah menyediakan posko bencana alam. Masyarakat juga harus aktif serta koordinasi dengan pihak berwenang jika mengetahui peristiwa bencana alam di wilayahnya," katanya.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved