Tukang Ayam Geprek & Tukang Seblak di Indramayu Protes Cabai Mahal, 1 Kilogram Harganya Rp 100 Ribu

Para pedagang sayur di Pasar Baru Indramayu mendapat protes pedas dari para pengusaha kuliner. . .

Tukang Ayam Geprek & Tukang Seblak di Indramayu Protes Cabai Mahal, 1 Kilogram Harganya Rp 100 Ribu
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Dewi (50) pedagang sayur di Pasar Baru Indramayu, Jumat (31/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para pedagang sayur di Pasar Baru Indramayu mendapat protes pedas dari para pengusaha kuliner akibat semakin mahalnya harga cabai di pasaran.

//

Hal tersebut disampaikan seorang pedagang sayur, Dewi (50) saat ditemui Tribuncirebon.com di Pasar Baru Indramayu, Jumat (31/1/2020).

Dewi menjelaskan, para pedagang kuliner, seperti ayam geprek, seblak, dan lain sebagainya banyak yang memprotes tingginya harga cabai, khususnya cabai rawit merah.

Kini harga cabai rawit merah terus mengalami kenaikan hingga menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram dari yang semula hanya Rp 40 ribu per kilogram.

Padahal kuliner-kuliner pedas itu sekarang ini tengah diminati para kulineria di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Indramayu.

"Banyak yang jualan kaya ayam geprek, kuliner lainnya juga yang menggunakan cabai rawit merah protes harganya mahal sekali," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Meski mendapat protes, disampaikan Dewi, dirinya tidak sampai kehilangan pelanggan.

Walau mahal, para pengusaha kuliner itu tetap membeli cabai karena kebutuhan usaha mereka.

Ia juga berusaha memberi pengertian kepada pembeli terkait minimnya distribusi cabai dari petani karena gagal panen yang berakibat harga cabai terus meroket.

"Kasian para pembeli terbebani, inginnya bisa cepat stabil," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved