Makin Pedasnya Harga Cabai, Pedagang Pasar Baru Indramayu Makin Diprotes Pedas Para Pembeli

Padahal kuliner-kuliner pedas itu sekarang ini tengah diminati para kulineria di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Indramayu.

Makin Pedasnya Harga Cabai, Pedagang Pasar Baru Indramayu Makin Diprotes Pedas Para Pembeli
Tribuncirebon.com/ Handhika Rahman
Iksan saat menjajakan cabai dilapak jualannya di Pasar Baru Indramayu, Selasa (14/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para pedagang sayur di Pasar Baru Indramayu mendapat komplain atau protes pedas dari para pengusaha kuliner akibat semakin pedasnya harga cabai di pasaran.

Hal tersebut disampaikan seorang pedagang sayur, Dewi (50) saat ditemui Tribuncirebon.com di Pasar Baru Indramayu, Jumat (31/1/2020).

Dewi menjelaskan, para pedagang kuliner, seperti ayam geprek, seblak, dan lain sebagainya banyak yang memprotes tingginya harga cabai, khususnya cabai rawit merah.

Harga Cabai Terus Meroket hingga Rp100 Ribu per Kilo, Para Pedagang di Indramayu Mulai Resah

Hidup Miskin & Derita Kanker Otot, Sefi Hanya Bisa Telungkup di Kasur, Tak Punya Duit untuk Berobat

Kini harga cabai rawit merah terus mengalami kenaikan hingga menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram dari yang semula hanya Rp 40 ribu per kilogram.

Padahal kuliner-kuliner pedas itu sekarang ini tengah diminati para kulineria di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Indramayu.

"Banyak yang jualan kaya ayam geprek, kuliner lainnya juga yang mnggunakan cabai rawit merah protes harganya mahal sekali," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Meski mendapat protes, disampaikan Dewi, dirinya tidak sampai kehilangan pelanggan.

Walau mahal, para pengusaha kuliner itu tetap membeli cabai karena kebutuhan usaha mereka.

Gadis Cantik Bernasib Malang Menderita Kanker Otot Sejak 6 Bulan Terakhir, Padahal Baru Lulus SMA

Gadis Cantik Asal Indramayu Ini Hanya Bisa Pasrah Menderita Kanker Otot, Tidur Telungkup di Kasur

Ia juga berusaha memberi pengertian kepada pembeli terkait minimnya distribusi cabai dari petani karena gagal panen yang berakibat harga cabai terus meroket.

Halaman
123
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved