Rumah Yadi di Lembang Rata dengan Tanah Tergerus Longsor Disaksikan Istri dan Anak Saat Ambruk

seluruh barang-barang serta sejumlah dokumen penting di dalam rumah Yadi juga rusak dan tidak bisa diselamatkan

Rumah Yadi di Lembang Rata dengan Tanah Tergerus Longsor Disaksikan Istri dan Anak Saat Ambruk
Tribunjabar.id/Hilman Kamaludin
Kondisi rumah milik Yadi (34) di Kampung Areng RT 11/2, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang ambruk. 

Laporan Wartawan Tribun, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, LEMBANG - Rumah milik Yadi (34), warga Kampung Areng RT 11/2, Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ambruk setelah tanahnya yang berada di atas tebing longsor, pada Rabu (29/1/2020).

Beruntung Yadi bersama istri dan dua orang anaknya selamat atas peristiwa tersebut. Namun saat ini dia harus mengungsi ke rumah orangtuanya karena rumah yang sudah ditempati selama 4 tahun itu rata dengan tanah.

Di lokasi kejadian saat ini, hanya menyisakan puing-puing bangunan, seperti kayu, pecahan tembok dan tanah sisa longsor yang tengah dibersihkan oleh warga setempat secara gotong royong.

Yadi mengatakan, rumahnya ambruk diduga karena kondisi tanah tebing setinggi 30 meter itu labil, terlebih rumah itu dibangun tepat di pinggir tebing.

"Saat kejadian istri dan anak bungsu saya sedang menjemur pakaian di luar rumah dan sempat menyaksikan saat rumah saya ambruk dan anak pertama saya sudah berangkat sekolah sejak pagi," ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (30/1/2020).

Selain rumah yang ambruk, seluruh barang-barang serta sejumlah dokumen penting di dalam rumah Yadi juga rusak dan tidak bisa diselamatkan akibat longsor tersebut.

Tes Kepribadian Cara Duduk Cewek: Jika Cewek Duduk Ngangkang Tandanya Dia Orang yang Percaya Diri

Teddy Ungkap Rahasia Kenapa Lina Jatuh Cinta Kepadanya, Dan Lebih Memilih Tinggalkan Sule

Pasien Ningsih Tinampi Bikin Kesaksian, Wanita Cantik Ini Kepalanya Diulek, Ngaku Sakit Non Medis

Dia menaksir, total kerugian akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp 250 juta, termasuk motor yang mengalami rusak berat meskipun bisa diselamatkan.

"Hanya motor yang masih bisa diselamatkan. Sekarang saya dibantu warga mencari sisa-sisa barang yang mungkin masih bisa terpakai," kata Yadi.

Ia mengatakan, sebelumnya tidak ada tanda-tanda rumah permanen berukuran 7x6 meter itu bakal ambruk, hanya saja sebelum kejadian sempat turun hujan deras selama dua hari.

Rumah ini, kata dia, dibangun dari hasil beternak sapi perah selama bertahun-tahun. Kini dia terpaksa harus membangun ulang rumahnya itu.

"Saat kejadian itu saya lagi diluar, menurut saksi, rumah saya seperti terbelah dua lalu ambruk," katanya.

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved