Viral Sunda Empire
TETANGGA Bongkar Identitas Rangga Sasana, Petinggi Sunda Empire, Nama Asli Edi Raharjo, Asli Brebes
Berdasarkan video Kompas TV yang diunggah 20 Januari 2020, Edi Raharjo alias Rangga Sasana tinggal bersama ibu kandung dan adiknya.
TRIBUNCIREBON.COM - Rangga Sasana ternyata bukan nama asli petinggi Sunda Empire.
//
Nama asli Rangga Sasana adalah Edi Raharjo.
Berdasarkan video Kompas TV yang diunggah 20 Januari 2020, Edi Raharjo alias Rangga Sasana tinggal bersama ibu kandung dan adiknya.
Mereka tinggal di rumah sederhana di Desa Grinting, Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah.
Namun, Rangga Sasana sudah tidak terlihat lagi di rumahnya sejak seminggu yang lalu.
Di rumah tersebut, Rangga Sasana Sasana kerap mendapat kunjungan dari teman-temannya.
Pertemuan tersebut disebut Lilis, tetangga Rangga Sasana terjadi setiap hari.
Namun, tetangga Rangga Sasana tidak tahu pasti aktivitas apa yang dilakukan Rangga Sasana dan teman-temannya.
"Ya, setiap hari kadang pagi, kadang sore, kadang malam," katanya.
Kendati demikian, warga setempat tidak merasa terganggu dengan keberadaan Rangga Sasana dan teman-temannya.
"Enggak (terganggu). Enggak ada masalah sih," ucapnya.
• Tokoh Sunda Empire Rangga Sasana Minta Penyelidikan Polisi Dihentikan, Singgung Dunia Internasional
• Roy Suryo Bongkar Foto Jadul Petinggi Sunda Empire Rangga Sasana: Dia Hanya Wayang Digerakkan Dalang
Klaim Rangga Sasana
Petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana mengklaim kerajaannya menjalin persahabatan dengan negara lain.
Beberapa negara yang bersahabat dengan Sunda Empire adalah Amerika, Belanda, dan Inggris.
Dalam wawancara bersama KompasTV, Rangga Sasana mengatakan Sunda Empire akan menggelar pertemuan skala dunia dan mengundang ibu negara dan ratu dari berbagai negara.
Ketua panitia pertemuan itu adalah Rangga Sasana.
Ia mengaku sudah membentuk kepanitiaan dan beberapa persiapan telah dilakukan.
"Mengadakan konferensi wanita di seluruh dunia yang dihadiri ibu negara dan ratu negara untuk membuat satu dukungan di mana kaum ibu berperan dalam penyatuan seluruh negara di dunia dan mewujudkan perdamaian," ucapnya dalam video yang diunggah di Youtube pada 21 Januari 2020.
Rangga mengaku Sunda Empire berideologi Pancasila seperti Indonesia.
Ideologi tersebut akan ia terapkan untuk seluruh dunia.
"Pancasila akan kita terapkan lebih luas, seluruh dunia, walaupun akan kita terapkan di ASEAN atau mulai dari Bumi Nusantara," ucapnya.

Kemunculan Sunda Empire menjadi sorotan karena dianggap sebagai kerajaan fiktif.
Saat menjelaskan sejarah Sunda Empire Rangga Sasana begitu berapi-api.
Polisi hingga kini masih menyelidiki mengenai Sunda Empire.
Dilaporkan Roy Suryo
Terendusnya keberadaan Sunda Empire hingga kini masih menjadi perbincangan.
Petingginya, Rangga Sasana kini bahkan dilaporkan Roy Suryo ke polisi.
Adapun Roy Suryo melaporkan petinggi Sunda Empire atas dugaan pencemaran nama baik dan berita bohong.
Hal ini berkenaan pertemuan awal keduanya saat menjadi narasumber dalam acara talkshow di salah satu TV swasta tanah air.
Seperti yang banyak diberitakan, sebelumnya di acara TV tersebut Rangga Sasana sempat berdebat dengan Roy Suryo soal sejarah PBB dan NATO. Rangga mengklaim, PBB dan Nato justru didirikan di Bandung.
Kini, Roy Suryo pun blak-blakan soal kronologinya sampai melaporkan petinggi Sunda Empire.
Hal ini disampaikan pada tayangan iNews Sore pada 24 Januari 2020.
Adapun Roy Suryo mengaku, sehari setelah acara TV yang dihadiri dirinya dengan Rangga Sasana, banyak yang mengakses Wikipedia dan ketahuan bahwa ada yang mengubah data di Wikipedia menggunakan akun anonim.
• PBB Ternyata Lahir di Bandung, Kata Petinggi Sunda Empire, Roy Suryo Tertawa: Kacau Ini, Halu
"Selepas salah satu TV swasta pada Selasa lalu, pada hari saat itu disebut-sebut bahwa PBB lahir di Bandung, NATO lahir di Bandung.
Itu ternyata hari berikutnya, salah satu referensi yang banyak diakses masyarakat yaitu Wikipedia, ini ternyata secara tidak ilmiah, secara tidak sopan saya katakan itu telah diubah dengan akun anonim," katanya.

Menurutnya, akun anonim tersebut memasukkan data yang salah. Setelah ditelusuri, akun anonim itu disebut mengarah ke Sunda Empire.
"Ini menurut saya bahaya, saya tidak hanya malaporkan saya sendiri melaporkan nama baik, tetapi saya ingin menyelamatkan Indonesia dari kabar bohong yang ditulis di Wikipedia, ada data yang salah oleh orang anonim dan orang anonim itu adalah Sunda Empire, yang ini yang saya laporkan," katanya.
Adapun Roy Suryo juga menceritakan bagaimana cara sampai menemukan akun anonim itu mengarah ke Sunda Empire.
Ia menyebut, perubahan data di Wikipedia dilakukan pada 22 Januari 2020. Kemudian, ditelusuri alamat IP-nya.
"Terbukti pengubahannya baru tanggal 22 Januari kemarin dan IP nya sudah kita lidik sudah kita catat dan munculah nama Sunda Empire, sebelumnya tidak dibuat atau disamarkan dalam anonim," kata Roy Suryo.
Kemudian Roy Suryo menjelaskan, hal itu disebut bisa melanggar hukum karena melakukan perubahan dan data di Wikipedia tidak sesuai dengan data aslinya.
"Ada fakta hukum mengatakan bahwa ada kebohongan yang dilakukan pada saat perubahan Wikipedia dan itu melanggar UU ITE Nomor 19 Tahun 2016, clear sekali di situ ada pasal yang dilanggar karena pengubahan itu tidak sama dengan aslinya ," ujarnya.
Tak hanya sekali, ia juga kembali menjelaskan mengubah data di Wikipedia yang tak sesuai dengan sumber aslinya termasuk perbuatan yang melanggar hukum.
"Fakta hukumnya mengatakan pengubahan di Wikipedia itu sudah melanggar hukum dan apa yang ditulis itu adalah bohong karena tidak sesuai dengan referensi aslinya yang ada di Wikipedia," kata Roy Suryo.
• Siapa Sosok Nasri Banks Sang Grand Prime Minister Sunda Empire ? Ini Kata Adik Iparnya
Sementara itu, Rangga Sasana yang juga tersambung pada tayangan tersebut mengaku, silakan saja dilaporkan karena itu hak bagi Roy Suryo.
"Silakan hak-hak saudara ya," kata petinggi Sunda Empire itu.
Seperti yang dimuat Kompas.com, Roy Suryo melaporkan petinggi Sunda Empire ke Polda Metro Jaya.
Disebutkan pasal yang sisangkakan pada laporan itu adalah Pasal 27 Ayat 3 Juncto Pasal 45 Ayat 3 dan atau Pasal 31 Juncto Pasal 48 dan atau Pasal 35 Juncto Pasal 51 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Tindak Pidana dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP.
Petinggi Sunda Empire Jadi Sorotan di ILC
Seorang petinggi Sunda Empire, Rangga Sasana kini muncul di program acara televisi, Indonesia Lawyers Club atau ILC yang tayang di TV One pada Selasa (21/1/2020) malam.
Penampilannya tampak rapi dan perlente mengenakan seragam khas militer.
Ia diberikan kesempatan bicara untuk memaparkan tentang Sunda Empire yang sedang menjadi perbincangan hangat.
Diketahui, Sunda Empire ini mencuat ketika pria yang mengklaim sebagai raja Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso alias Totok Santoso Hadiningrat ditangkap polisi.
Totok Santoso harus berurusan dengan hukum terkait pendirian kerajaan di Purworejo yang diketahui memungut uang pengikutnya.
Hebohnya keberadaan Keraton Agung Sejagat ini membuat keberadaan Sunda Empire pun terendus pula.
Berbagai postingan pihak Sunda Empire ini tersebar, bahkan viral di media sosial dan menjadi pemberitaan media massa.
Diketahui, kegiatan dari Sunda Empire ini berpusat di Kota Bandung.