Breaking News:

Bangunan di SDN Burujul Wetan II Ambruk

Kepala SDN II Burujul Wetan Pernah Ajukan Perbaikan, Namun Bangunan Sekolah Keburu Ambruk

Apalagi, dengan kejadian ini, setidaknya sebanyak 20 siswa dari kelas III harus menggunakan bekas gudang sebagai sarana belajar mereka.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kondisi ruang kelas yang ambruk di SDN Burujul Wetan II Jatiwangi, Kabupaten Majalengka 

Dengan kondisi seperti itu, dirinya berharap pemerintah dapat segera membangun ruang kelas yang baru usai ambruk.

Dan juga, dapat memperbaiki ruang kelas lainnya yang kondisinya rusak.

"Ya pasti khawatir, oleh karena itu saya berharap instansi terkait dapat segera memperbaiki dan dibagusin," ucapnya.

Lebih jauh Wanita yang sehari-harinya menunggu anaknya di sekolah itu menyampaikan, dengan kondisi seperti ini, kini pembelajaran yang diterima oleh anaknya kurang maksimal.

Ruang Kelasnya Ambruk, Siswa Kelas III SDN Burujul Wetan II Belajar di Gudang, Kelas II Ikut Pindah

BREAKING NEWS Warga Kabupaten Cirebon Dinyatakan Suspect Corona, Dirawat di Ruang Isolasi RSUD Waled

Sebab, pihak sekolah membagi waktu untuk murid kelas I dan kelas II dalam kegiatan KBM.

"Mengganggu sih mengganggu, karena anak saya kini pulang lebih awal dari biasanya, karena harus membagi waktu untuk kelas II dalam kegiatan belajar," kata Iren.

Diketahui, sebuah ruang kelas III di SDN II Burujul Wetan ambruk pada Minggu (26/1/2020).

Ambruknya ruang kelas III itu, disebabkan derasnya intensitas hujan dan rapuhnya bangunan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sempat Pergi ke Taiwan pada Awal Januari Lalu, Warga Cirebon Diduga Terpapar Virus Corona

Warga Geram, Tanggul Sungai Cimanuk di Kertasemaya Indramayu Ambles, Sebut Pengerjaannya Asal-Asalan

Sementara Belajar Gudang

Ambruknya sebuah ruang kelas di SDN II Burujul Wetan Jatiwangi di Jalan Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi meninggalkan pekerjaan rumah bagi pihak sekolah.

Pasalnya, sekolah yang hanya memiliki 7 ruang kelas itu kini menyisakan 6 kelas lainnya usai bangunan ruang kelas III ambruk.

Kepala SDN II Burujul Wetan, Suharto mengatakan akibat ambruknya ruang kelas paling utara itu, membuat pihaknya harus memindahkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk kelas III di bangunan gudang.

BREAKING NEWS - Bangunan di SDN Burujul Wetan II Sudah Butut dan Reyot, Atap di Ruang Kelas 3 Ambruk

Kesaksian Kepala Sekolah SDN Buruyut Wetan II Majalengka: Atap Sekolah Ambruk, Bangunan Sudah Rapuh

Padahal, jelas dia, bangunan gedung tersebut juga bisa dikatakan tidak layak untuk digunakan.

"Kami terpaksa menggunakan bangunan gudang untuk KBM para murid kelas III, untungnya bangunan itu masih dapat digunakan," ujar Suharto, Senin (27/1/2020).

Tak hanya itu, ambruknya bangunan tersebut juga mengancam bangunan di sebelahnya, yakni kelas II.

Sehingga, hari ini juga bangunan tersebut dikosongkan.

"Mengantisipasi ambruknya kembali bangunan lainnya, untuk ruang kelas II dikosongkan, takut ambruk kembali," ucapnya.

Gula Darah Minggat dari Tubuh dalam Waktu 3 Hari Saja, Jangan Sampai Anda Terkena Penyakit Diabetes

Gula Darah Minggat dari Tubuh dalam Waktu 3 Hari Saja, Jangan Sampai Anda Terkena Penyakit Diabetes

Suharto menambahkan, pengosongan barang dan tidak digunakan lagi untuk KBM membuat pihaknya membagi waktu pembelajaran.

Dijelaskannya, untuk kelas I dikasih waktu belajar pada pagi hari.

Sedangkan, untuk kelas II, KBM dilaksanakan setelah para murid kelas I selesai.

"Kami juga terpaksa membagi waktu belajar, karena keterbatasan ruang kelas. Semoga para wali murid dan muird itu sendiri mengerti," kata Suharto.

Kesaksian Kepala Sekolah

Sebuah ruang kelas di SDN II Burujul Wetan Kabupaten Majalengka tepatnya di Jalan Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi ambruk, Minggu (26/1/2020).

Buntutnya, atap yang ambruk tersebut membuat bangunan di sekolah hancur.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, genting-genting tampak berserakan di dalam ruangan kelas tersebut.

Adapun Kayu-kayu yang digunakan sebagai penyangga pun saling bertumpuk di sekitar area kelas.

Hampir seluruh atap rata dengan tanah dan hanya tembok di sekeliling ruangan yang masih berdiri kokoh.

Kepala SDN II Burujul Wetan, Suharto mengatakan, kejadian itu diduga karena bangunan yang sudah rapuh.

Selain itu, hadirnya hujan dengan intensitas tinggi mendukung ambruknya ruang kelas yang sehari-harinya digunakan oleh murid kelas III tersebut.

Meski Ramai Virus Corona, Namun Belum Ada Pembatasan TKA Asal Tiongkok di Wilayah III Cirebon

Rutin Minum Air Rebusan Daun Ini, Penyakit Diabetes Bisa Sembuh, Kolesterol pun Bakal Turun Drastis

"Sebenarnya sudah rapuh, tapi memang belum ambruk, nah mungkin kan hujan besar bisa jadi karena hujan itu," ujar Suharto saat ditemui Tribuncirebon.com, Senin (27/1/2020).

Dirinya menyampaikan, ambruknya ruang kelas itu menjadi kekhawatiran sendiri yang dirasakan oleh dirinya beserta pihak sekolah.

Pasalnya, kejadian itu berdampak pada ruang kelas di sebelahnya, yakni ruang kelas II.

"Ini ruang yang di sebelahnya rawan ambruk juga, karena kan bangunannya menyatu dan kini antisipasinya di kosongkan, sementara para murid kelas II dialihkan jadi berangkat siang setelah kelas I," ucapnya.

Suharto menambahkan, dengan kejadian tersebut, para murid SD kelas III kini dialihkan ke ruangan kelas yang lainnya.

VIDEO Diduga Detik-detik Jatuhnya Helikopter yang Ditumpangi Kobe Bryant, Terlihat Hilang Kendali

Gula Darah Minggat dari Tubuh dalam Waktu 3 Hari Saja, Jangan Sampai Anda Terkena Penyakit Diabetes

Namun, diakuinya, ruang kelas yang kini dipakai sebenarnya tidak layak juga untuk digunakan.

"Sebenarnya tidak layak juga sih, cuma terpaksa saja. Karena tidak ada kelas lagi," kata Suharto.

Sementara, menurut murid kelas V, Angga, dengan ambruknya ruang kelas yang biasa digunakan oleh para adik kelasnya tersebut, situasi belajar tidak kondusif.

Pasalnya, selain dirinya khawatir akan terjadi ambruk susulan kelas di sekolahnya, para guru juga konsentrasi dalam pembelajaran.

"Ini banyak anak-anak yang ribut di luar kelas, dan juga gurunya suka keluar masuk kelas" jelas Angga.

Artikel ini telah tayang di Tribuncirebon.com dengan judul Dewan Kabupaten Majalengka: Sebanyak 60-70 Persen Bangunan Sekolah di Kabupaten Majalengka Rusak

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved