Sebelum Dikeruk Alat Berat, Kuwu Sarabau Akui Kondisi Anak Sungai Cikenang Cukup Parah

Ia mengatakan, sedimentasi berupa lumpur dan sampah sebagian besarnya telah dikeruk dari dasar anak sungai Cikenang.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Operator mengoperasikan alat berat untuk mengeruk anak sungai Cikenang di Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM - Anak Sungai Cikenang di Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, dinormalisasi.

Pemerintah Desa Sarabau menerjunkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi di sungai tersebut.

Kuwu atau Kepala Desa Sarabau, Akmad Elon, mengakui sebelum dinormalisasi kondisi anak sungai itu cukup parah.

Menurut dia, sebelum dikeruk kedalaman anak sungai Cikenang kira-kira hanya 30 cm.

"Alhamdulillah sekarang kedalamannya mencapai 1,5 meter," ujar Akmad Elon saat ditemui di Balai Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/1/2020).

Alat berat dioperasikan untuk mengeruk sedimentasi anak sungai Cikenang di Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/1/2020).
Alat berat dioperasikan untuk mengeruk sedimentasi anak sungai Cikenang di Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Sabtu (25/1/2020). (Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi)

Ia mengatakan, sedimentasi berupa lumpur dan sampah sebagian besarnya telah dikeruk dari dasar anak sungai Cikenang.

Tampak tumpukan lumput yang bercampur sampah plastik menggunung di tepi anak sungai tersebut.

Bahkan, gunungan lumpur hitam itupun terlihat cukup panjang hingga hampir memenuhi sisi jalan Desa Sarabau.

Anak Ular Kobra Berkeliaran di Dekat Rumah Warga Dusun Cinumbar Jatinangor Bikin Heboh

Lucinta Luna Dicium Abash, Ekspresi Lucinta Luna Bikin Netizen Ngakak, Dibilang Makin Mirip Pria

Penampilan Mulan Jameela Dikritik saat Rapat DPR, Saltum Celananya Disebut Kayak Mau Piknik

Menurut dia, pengerukan itu dilakukan di sepanjang aliran anak sungai itu yang masuk wilayah Desa Sarabau.

"Yang dinormalisasi panjangnya 250 meter, kami menggunakan alat berat untuk mengangkat sedimentasinya," kata Akmad Elon.

Ia mengatakan, pengerukan tersebut menjadi upaya antisipasi Pemdes Sarabau dalam mencegah banjir.

Tentunya, menurut dia, hal itu untuk menyelamatkan ratusan kepala keluarga yang bertempat tinggal di sekitar aliran anak Sungai Cikenang tersebut.

"Agar bisa menampung debit air lebih banyak dan warga Desa Sarabau bebas dari ancaman banjir," ujar Akmad Elon. (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved